Namun, sekitar 11 juta peserta sempat dinonaktifkan karena tidak lagi memenuhi kriteria penerima bantuan. Meski begitu, pemerintah juga melakukan reaktivasi bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya penderita penyakit berat.
Data terbaru menunjukkan:
- Lebih dari 106 ribu peserta diaktifkan kembali karena kondisi darurat kesehatan
- Sebanyak 246 ribu penerima direaktivasi pada Maret 2026
- Jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 305 ribu pada April 2026
Selain itu, lebih dari 1,6 juta peserta telah dialihkan ke segmen kepesertaan yang sesuai dengan kondisi ekonominya.
Budi menegaskan bahwa proses pembenahan ini akan terus dilakukan agar kebijakan subsidi benar-benar efektif dan adil.
“Tujuan utama kita adalah memastikan bantuan negara kembali kepada masyarakat yang paling membutuhkan,” pungkasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam memperkuat sistem jaminan kesehatan nasional yang berkelanjutan dan tepat sasaran.



