Meskipun data penjualan rumah di AS Maret lalu menyentuh level terendah dalam sembilan bulan, investor lebih memilih fokus pada laporan keuangan bank-bank besar yang segera dirilis. Indeks S&P 500 melaju 1,02%, sementara Nasdaq Composite menanjak 1,23%.

Harga Minyak dan Emas: Volatilitas yang Harus Diwaspadai

Di pasar komoditas, situasinya jauh lebih dinamis. Harga minyak fisik untuk pengiriman segera ke Eropa sempat menyentuh rekor mengerikan di kisaran USD150 per barel. Namun, kontrak berjangka menunjukkan angka yang lebih stabil di kisaran USD99 per barel karena adanya harapan deeskalasi konflik. OPEC sendiri telah menurunkan proyeksi permintaan global, yang secara tidak langsung menekan harga.

Sementara itu, harga emas justru melemah tipis. Penguatan dolar AS dan berkurangnya peluang pemangkasan suku bunga The Fed menjadi faktor penekan. Pasar kini hanya memperkirakan probabilitas penurunan suku bunga sebesar 29%, turun drastis dari 40% bulan lalu. Emas spot terkoreksi 0,3% ke level USD4.734,50 per ounce. (*)