Home Ekonomi Heboh! Perang Timur Tengah Pecah, Harga Sawit Melesat Tajam Tembus 4.500 Ringgit
Ekonomi

Heboh! Perang Timur Tengah Pecah, Harga Sawit Melesat Tajam Tembus 4.500 Ringgit

Bagikan
Harga sawit melesat 1,1% ke 4.588 ringgit akibat perang Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz
Harga sawit melesat 1,1% ke 4.588 ringgit akibat perang Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz
Bagikan

finnews.id – Pasar komoditas global mendadak panas membara! Harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives Exchange langsung melesat lebih dari 1% pada perdagangan Senin (13/4/2026). Gejolak geopolitik yang semakin mencekam di Timur Tengah menjadi motor utama di balik lonjakan harga si “emas cair” ini. Jika Anda tidak memantau pergerakan ini sekarang, Anda mungkin akan ketinggalan momentum saat harga komoditas nabati dunia mulai merombak peta pasar global.

Kenaikan ini merupakan pemulihan yang cukup mengejutkan setelah sempat tersungkur pada akhir pekan lalu. Para pelaku pasar kembali memasukkan premi risiko ke dalam harga setelah melihat eskalasi militer yang kian nyata. Ketegangan ini bukan sekadar isu politik, melainkan ancaman langsung bagi pasokan energi dan bahan baku biodiesel dunia yang sangat bergantung pada kestabilan kawasan Teluk.

Blokade Selat Hormuz Jadi Biang Keladi Lonjakan Harga

Apa yang sebenarnya memicu kepanikan investor? Rencana Angkatan Laut Amerika Serikat untuk memblokade kapal-kapal dari dan menuju Iran melalui Selat Hormuz menjadi pemicu utamanya. Langkah ekstrem ini diambil Washington setelah perundingan damai dengan Teheran gagal total. Akibatnya, harga minyak mentah dunia terbang tinggi di atas USD 100 per barel. Kondisi ini secara otomatis meningkatkan minat beli terhadap minyak sawit sebagai alternatif bahan baku energi hijau atau biodiesel.

Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Juni melompat 50 ringgit atau sekitar 1,1%, hingga mendarat di posisi 4.588 ringgit (USD 1.155,38) per metrik ton pada jeda siang ini. Angka ini menghapus sebagian besar kerugian 2,26% yang terjadi pada sesi Jumat sebelumnya. Para trader kini sedang berlomba menambah premi risiko karena khawatir konflik akan mengganggu jalur logistik maritim paling krusial di dunia tersebut.

Stok Sawit Malaysia Anjlok ke Level Terendah 7 Bulan

Bukan hanya faktor perang, data internal dari Negeri Jiran juga menambah bensin ke dalam api kenaikan harga. Persediaan minyak sawit Malaysia sepanjang Maret dilaporkan merosot selama tiga bulan berturut-turut. Saat ini, stok berada pada level terendah dalam tujuh bulan terakhir. Penurunan cadangan ini terjadi karena lonjakan angka ekspor yang jauh lebih besar daripada pertumbuhan produksi (output) yang tergolong moderat.

Direktur Pelindung Bestari, Paramalingam Supramaniam, menjelaskan bahwa trader kembali agresif membeli karena sentimen baru di Timur Tengah. Namun, ia juga memberikan peringatan bahwa kenaikan harga ini mungkin akan terbatas dalam beberapa hari ke depan. Pasalnya, ada tantangan berupa keterbatasan permintaan global dan laporan pasokan yang ternyata lebih baik dari perkiraan awal pasar.

Persaingan Sengit Minyak Nabati Global

Harga sawit tidak bergerak sendirian di pasar internasional. Komoditas ini terus membayangi pergerakan minyak saingannya, seperti minyak kedelai, karena mereka berebut pangsa pasar minyak nabati global. Saat ini, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade terpantau naik 0,8%. Sementara itu, di bursa Dalian, kontrak minyak kedelai turun tipis 0,02% dan kontrak minyak sawitnya melemah 0,62%.

Meski harga sedang naik, ada awan mendung yang mengintai dari sisi volume perdagangan. Penilai kargo memperkirakan ekspor produk sawit Malaysia untuk periode 1-10 April berpotensi anjlok signifikan antara 30,7% hingga 38,9% dibandingkan bulan lalu. Penurunan ekspor yang tajam ini bisa menjadi batu sandungan bagi tren penguatan harga dalam jangka menengah.

Analisis Teknikal: Hati-hati Retracement Harga

Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memberikan catatan penting bagi para investor agar tetap waspada. Berdasarkan analisis retracement, ada potensi minyak sawit kembali menguji level terendah yang pernah disentuh pada 25 Maret lalu di angka 4.470 ringgit per metrik ton. Artinya, volatilitas pasar saat ini sedang sangat tinggi dan harga bisa berbalik arah kapan saja jika tensi geopolitik sedikit mendingin.

Dengan kondisi dunia yang sedang tidak menentu, strategi manajemen risiko menjadi kunci utama bagi para pengusaha dan investor sawit. Pantau terus perkembangan di Selat Hormuz dan data output Malaysia di akhir kuartal ini agar bisnis Anda tetap aman dari guncangan harga yang tidak terduga.

Kesimpulan: Momentum Emas atau Jebakan Volatilitas?

Kenaikan harga sawit hari ini jelas dipicu oleh rasa takut akan krisis energi global. Selama blokade Selat Hormuz masih membayangi, harga CPO kemungkinan besar akan tetap bertengger di level tinggi. Namun, dengan penurunan angka ekspor April yang cukup tajam, Anda harus jeli melihat apakah kenaikan ini merupakan tren jangka panjang atau sekadar reaksi sesaat terhadap berita perang. Jangan sampai Anda terjebak di pucuk saat pasar mulai melakukan koreksi teknis! (*)

Bagikan
Artikel Terkait
IHSG Jeblok ke Level 7.048! Ratusan Saham Berguguran, Masih Berani Borong atau Jual Rugi?
Ekonomi

Perang Energi Pecah! Mata Utama Asia Rontok Tapi IHSG Malah Melawan Arus

finnews.id – Kondisi pasar keuangan Asia mendadak mencekam pada awal pekan ini,...

Trump blokade Selat Hormuz! Rupiah tertekan ke Rp17.105/US$ seiring memanasnya geopolitik AS-Iran dan ancaman inflasi energi global.
Ekonomi

Gawat! Trump Perintahkan Blokade Selat Hormuz, Rupiah Nyaris Tumbang ke Rp17.100

finnews.id – Pasar keuangan global mendadak mencekam! Keputusan mengejutkan datang dari Gedung...

Jangan cuma berharap dari BPJS! Simak cara menghitung dana pensiun mandiri terbaru 2026 agar hari tua tetap kaya raya dan terhindar dari inflasi.
Ekonomi

Jangan Sampai Menyesal! Ini Cara Menghitung Dana Pensiun Mandiri 2026 Agar Tidak Melarat di Hari Tua

finnews.id – Bayangkan Anda terbangun di usia 60 tahun, namun tabungan di...

Harga minyak mentah Brent dan WTI melesat 7% hingga tembus USD 100 usai AS umumkan blokade Selat Hormuz
Ekonomi

Gila! Harga Minyak Meroket 7% Tembus USD 100 Usai AS Umumkan Blokade Selat Hormuz, Siap-Siap BBM Makin Mahal!

finnews.id – Kabar mengejutkan kembali mengguncang pasar energi global! Kamu harus bersiap...