finnews.id – Dinas Perhubungan Bali mendorong percepatan uji coba water taxi atau taksi laut yang tengah digagas Kementerian Perhubungan. Program ini diharapkan mulai diuji pada tahun 2026 sebagai solusi alternatif transportasi di tengah padatnya lalu lintas darat di Bali.
Kepala Dishub Bali, I Kadek Mudarta, menjelaskan bahwa saat ini proyek masih berada pada tahap penyelesaian kajian, termasuk desain kapal dan infrastruktur pelabuhan.
“Saat ini masih penyelesaian kajian, termasuk desain kapal dan pelabuhan, diharapkan uji coba dapat dilakukan tahun ini,” kata Kepala Dishub Bali I Kadek Mudarta di Denpasar, Jumat.
Rute Bandara ke Canggu Jadi Prioritas Awal
Untuk tahap awal, pemerintah mengkaji rute strategis dari Pantai Sekeh yang berada di dekat Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu, tepatnya Pantai Berawa. Jalur ini dipilih karena memiliki tingkat kepadatan tinggi sekaligus menjadi pusat pergerakan wisatawan.
Kadek Mudarta menilai kehadiran taksi laut dapat memberikan alternatif perjalanan yang lebih cepat dan efisien dibandingkan jalur darat.
“Ini untuk memberi alternatif, mengurangi beban lalu lintas darat, dan pengurangan waktu tempuh. Untuk saat ini rute ini Pantai Sekeh-Pantai Berawa yang dikaji,” ujarnya.
Proyek Masih Tahap Kajian, Libatkan Banyak Pihak
Saat ini, proyek taksi laut masih dalam tahap kajian mendalam. Hasil studi tersebut nantinya akan menentukan pembagian peran antar lembaga yang terlibat, termasuk pemerintah daerah dan operator.
Kadek Mudarta menegaskan bahwa pelaksanaan proyek ini akan menjadi kewenangan PT ASDP sebagai operator utama. Namun, pemerintah daerah tetap memiliki peran penting dalam koordinasi dan pengembangan.
“Ya ini memang diharapkan dapat dilaksanakan oleh badan usaha, secara lintas ini masih dalam satu kabupaten tentu secara kewenangan Badung lebih berperan, tapi kajian yang dilakukan nanti akan merumuskan juga peran para stakeholder, termasuk Pemprov Bali,” kata Kadek Mudarta.
Target Konstruksi dan Uji Coba
Jika seluruh kajian dan uji coba berjalan sesuai rencana, pembangunan infrastruktur diperkirakan selesai hingga pertengahan 2027. Hal ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan.
Dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI yang juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa kehadiran taksi laut akan membawa dampak signifikan terhadap efisiensi perjalanan.
Ia menyebut waktu tempuh dari Bandara menuju Canggu yang biasanya memakan waktu 1,5 hingga 2 jam dapat dipangkas menjadi hanya sekitar 30 menit dengan kapal yang lebih ramah lingkungan.
Canggu Dipilih karena Tingginya Kunjungan Wisata
Kawasan Canggu, khususnya Pantai Berawa, dipilih sebagai tujuan utama karena memiliki tingkat kunjungan wisatawan yang sangat tinggi, baik domestik maupun mancanegara. Dengan kondisi tersebut, kebutuhan transportasi yang cepat dan nyaman menjadi semakin mendesak.
Untuk mendukung proyek ini, Kementerian Perhubungan telah menugaskan PT ASDP untuk menyusun studi Detail Engineering Design (DED). Targetnya, konstruksi dapat dimulai pada Agustus 2026, sekaligus mendorong uji coba dilakukan pada tahun yang sama.
Dengan hadirnya taksi laut, Bali diharapkan memiliki alternatif transportasi modern yang tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan kenyamanan perjalanan wisatawan.