finnews.id – Komandan Angkatan Udara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengirim sinyal kuat terkait eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. Iran disebut siap memasuki tahap baru peperangan dengan kekuatan serangan yang lebih besar.

Brigadir Jenderal Majid Mousavi menyampaikan peringatan tersebut melalui video yang dibagikan di media sosial. Ia menegaskan bahwa strategi militer Iran kini memasuki fase yang lebih agresif.

“Dan sekarang, tahap baru perang; Dengan peluncur yang baru diperbarui dari unit ganda rudal Fateh dan Khaybar-shekan (penghancur Khaybar); Semua serangan sebelumnya × dua,” kata komandan senior tersebut.

Sistem Rudal Ganda Siap Diluncurkan

Iran akan mengandalkan peluncur rudal ganda yang mampu meningkatkan daya serang secara signifikan. Sistem ini menggunakan rudal Fateh dan Khaybar-shekan yang dikenal memiliki kemampuan destruktif tinggi.

Pernyataan bahwa seluruh serangan akan dilipatgandakan menjadi dua kali lipat menegaskan tekad Iran untuk memberikan respons keras terhadap setiap bentuk agresi.

Langkah ini sekaligus menunjukkan perubahan besar dalam pendekatan pertahanan Iran yang kini semakin ofensif.

Latar Belakang Konflik: Serangan AS dan Israel

Ketegangan ini bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye militer skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut terjadi setelah pembunuhan Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyed Ali Khamenei, bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Serangan udara intensif menghantam berbagai lokasi militer dan sipil di Iran, yang menyebabkan banyak korban jiwa serta kerusakan infrastruktur dalam skala luas.

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran langsung melancarkan operasi balasan. Mereka menargetkan posisi Amerika Serikat dan Israel di wilayah pendudukan serta pangkalan militer regional menggunakan rudal dan drone.

Serangan ini menandai fase baru konflik yang semakin terbuka dan berisiko meluas ke kawasan lain.