Perubahan Pola Pikir Pendatang
Berdasarkan data statistik, jumlah pendatang pada tahun 2024 merosot sekitar 37,47 persen dibandingkan tahun 2023. Tren penurunan ini berlanjut pada tahun 2025 dengan selisih 0,97 persen dari tahun sebelumnya.
Denny menilai kondisi ini menunjukkan adanya pergeseran pola pikir masyarakat yang ingin pindah ke Jakarta. Jika sebelumnya banyak yang berani spekulasi atau “nekat”, kini masyarakat jauh lebih realistis.
“Ini menandakan pola urbanisasi di DKI Jakarta, khususnya pendatang pada saat pascalebaran terjadi perubahan. Kalau sebelum tahun 2022, orang datang ke Jakarta biasanya sudah nekat,” jelasnya.
Dalam dua tahun terakhir, para pendatang cenderung melakukan riset dan persiapan yang lebih mendalam. Mereka mulai mempertimbangkan aspek keterampilan kerja serta kepastian hunian sebelum benar-benar menginjakkan kaki di Ibu Kota.