Home Ekonomi Geopolitik Dunia Makin Panas, Menteri ATR/BPN ‘Kunci’ Mati Lahan Sawah: Jangan Sampai Ada Duit Tapi Gak Bisa Makan!
Ekonomi

Geopolitik Dunia Makin Panas, Menteri ATR/BPN ‘Kunci’ Mati Lahan Sawah: Jangan Sampai Ada Duit Tapi Gak Bisa Makan!

Bagikan
Geopolitik Dunia Makin Panas, Menteri ATR/BPN 'Kunci' Mati Lahan Sawah: Jangan Sampai Ada Duit Tapi Gak Bisa Makan!
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid batasi alih fungsi lahan sawah maksimal 11% demi ketahanan pangan nasional.
Bagikan

finnews.id – Kondisi geopolitik global yang tidak menentu sedang mengirim sinyal bahaya bagi ketahanan pangan nasional. Menanggapi ancaman serius ini, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengambil langkah drastis. Pemerintah resmi memperketat alih fungsi lahan sawah guna memastikan piring nasi rakyat tetap terisi di tengah badai krisis dunia.

Kebijakan ini menjadi benteng pertahanan utama agar Indonesia tidak terjebak dalam kelaparan saat rantai pasok pangan global terganggu. Langkah “mengunci” lahan pertanian ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin main-main dengan urusan perut rakyat.

Strategi 89 Persen: Hanya Sedikit Lahan Sawah yang Boleh Berubah Fungsi

Menteri ATR/BPN menegaskan bahwa kementeriannya kini menerapkan aturan main yang sangat ketat. Dari total Lahan Baku Sawah (LBS) yang ada, pemerintah mewajibkan perlindungan hingga 89%. Artinya, ruang gerak untuk mengubah sawah menjadi bangunan atau kawasan industri kini sangat terbatas, maksimal hanya 11% saja.

“Dalam situasi dunia yang seperti ini, yang paling gawat adalah pangan sama energi. Jangan sampai kita punya duit, tapi tidak ada pangan yang bisa dibeli,” tegas Menteri Nusron Wahid saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).

Pernyataan ini menjadi peringatan keras bagi para pengembang dan pemerintah daerah agar tidak sembarangan memberikan izin alih fungsi lahan. Fokus nasional saat ini adalah menjaga kedaulatan pangan di atas kepentingan komersial sesaat.

Turunan Perpres: Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan Jadi Harga Mati

Kebijakan tegas ini bukan tanpa dasar hukum. Menteri Nusron menjelaskan bahwa aturan ini merupakan turunan langsung dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029. Dalam aturan tersebut, minimal 87% dari LBS harus masuk dalam kategori Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B).

“Kalau LP2B itu 87%, ditambah infrastruktur dan cadangan, berarti kurang lebih sekitar 89% yang harus dilindungi,” tambah Menteri ATR/Kepala BPN. Dengan angka ini, mayoritas lahan subur di Indonesia akan tetap menjadi sawah produktif secara permanen.

Sulawesi Tengah Dalam Radar: Realisasi LP2B Masih Jauh dari Target

Sorotan khusus tertuju pada Provinsi Sulawesi Tengah. Menteri Nusron mengungkapkan bahwa capaian perlindungan lahan di wilayah ini masih memprihatinkan. Saat ini, realisasi LP2B di tingkat provinsi baru menyentuh angka 68%. Bahkan, di tingkat kabupaten/kota, angkanya jauh lebih rendah, yakni hanya berkisar 41%.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Finnews.id – NEWS  Di tengah perekonomian global yang berdampak pada penurunan harga...

PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...