Home News Darurat Sampah Rinjani! Geopark Usulkan Drone dan Shelter Canggih, Akankah Biaya Mendaki Bakal Naik Lagi?
News

Darurat Sampah Rinjani! Geopark Usulkan Drone dan Shelter Canggih, Akankah Biaya Mendaki Bakal Naik Lagi?

Bagikan
Darurat Sampah Rinjani! Geopark Usulkan Drone dan Shelter Canggih, Akankah Biaya Mendaki Bakal Naik Lagi?
Geopark Rinjani - Dok. Kementerian Pariwisata -
Bagikan

Namun, inovasi canggih ini tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Qwadru menyoroti bahwa biaya retribusi pendakian selama ini sudah cukup besar, namun pengelolaannya masih terpusat. Ia berharap ada skema baru agar sebagian dana tersebut bisa dialokasikan langsung untuk operasional penanganan limbah di lokasi.

Potensi Tambahan Retribusi: Siapkah Kantong Anda?

Muncul pertanyaan besar bagi para petualang: apakah ini artinya tarif mendaki akan naik? Geopark Rinjani saat ini tengah mengkaji skema pembiayaan bersama Bappeda Provinsi NTB. Ada kemungkinan penerapan retribusi tambahan bagi pendaki atau pemotongan sebagian jatah retribusi wisata pendakian yang ada saat ini.

“Biaya retribusi pendakian lumayan, tapi uangnya lari ke pemerintah pusat semua. Jadi, bagaimana supaya (retribusi pendakian) itu juga bisa ada alokasi untuk penanganan sampah,” tutur Qwadru. Selain soal biaya, penguatan regulasi berupa sanksi tegas dan pemeriksaan barang bawaan saat naik maupun turun akan semakin diperketat.

Data Miris: 30 Ton Sampah Cemari Rinjani Sepanjang 2025

Mengapa langkah drastis ini harus diambil sekarang? Data Balai TNGR tahun 2025 mencatat angka yang bikin geleng-geleng kepala. Total sampah pendakian mencapai 30,35 ton, ditambah sampah non-pendakian sebanyak 1,19 ton. Dengan jumlah kunjungan yang mencapai 80.214 orang pendaki dalam setahun, Rinjani berada dalam ancaman kerusakan ekosistem yang nyata jika tidak ada intervensi teknologi.

Rencana pembangunan shelter sampah dan penggunaan drone ini diharapkan menjadi titik balik bagi pariwisata NTB yang lebih hijau. Bagi Anda yang berencana muncak di tahun 2026, pastikan tetap membawa turun sampah Anda dan patuhi aturan pemeriksaan demi kelestarian alam Lombok. Jangan sampai keindahan Rinjani hanya tinggal cerita karena tumpukan plastik! (*)

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Publik menanti akankah MK menegaskan Jakarta tetap memegang mahkota ibu kota untuk sementara ataukah IKN mengambil alih?
News

Simpang Siur Ibu Kota RI! Mahkamah Konstitusi Dicecar Pertanyaan: Masih Jakarta atau Sudah IKN?

“Ini sebetulnya nanti posisi ibu kota (negara) itu ada di mana sih...

Menko Pangan jelaskan bahwa stabilitas harga pangan adalah prioritas utama. Dengan ini, pemerintah menyerap selisih harga pasar internasional
EkonomiNews

Kabar Gembira buat Emak-Emak! Pemerintah Pasang Badan Subsidi Harga Pangan Impor yang Kian Melejit!

Kini, kementerian terkait tengah menyempurnakan mekanisme penyaluran subsidi tersebut agar tepat sasaran...

Eileen Wang, Wali Kota Arcadia di California, Amerika Serikat (AS), mengaku bersalah telah bertindak sebagai agen asing ilegal China.
InternasionalNews

Skandal Pengkhianatan Terbesar! Wali Kota Eileen Wang Terbongkar jadi Mata-mata China, AS Geger!

Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh otoritas keamanan federal berhasil mengendus jejak aktivitas...

Tabir gelap sindikat pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berskala internasional akhirnya tersingkap di jantung Jakarta Selatan.
NewsOtomotif

Gila! Gudang Rahasia Berisi 1.494 Motor Curian Digerebek, Ternyata Jadi Markas Ekspor Gelap Antar Benua!

‎Polisi menduga kendaraan tersebut berasal dari hasil kejahatan karena pihak yang menguasai...