Home Ekonomi BBM di SPBU Swasta LANGKA, MPP PKS Kritik Presiden
Ekonomi

BBM di SPBU Swasta LANGKA, MPP PKS Kritik Presiden

Kritik BBM Langka

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS, Mulyanto, menyoroti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU swasta.

Menurut Mulyanto, kelangkaan BBM di SPBU swasta seperti Shell bukan sekadar gangguan distribusi biasa, melainkan bukti nyata bahwa kebijakan energi pemerintah tidak siap menghadapi tekanan krisis global yang sedang terjadi.

 

Mulyanto juga menilai, semestinya Pemerintah segera mempermudah rekomendasi SPBU swasta untuk impor mandiri, agar tekanan kepada SPBU Pertamina dan BBM bersubsidi dapat diantisipasi.

Anggota Komisi Energi DPR RI periode 2019-2024 itu juga membeberkan fakta bahwa pelaku usaha tidak diberi kemudahan untuk mengimpor BBM secara langsung, dan harus bergantung pada Pertamina.

 

Menurutnya, ini menunjukkan adanya pendekatan sentralistik yang tidak relevan dengan situasi krisis minyak saat ini.

Ketika pasokan BBM swasta terganggu, kata Mulyanto, masyarakat terpaksa beralih ke SPBU Pertamina. Akibatnya, konsumsi BBM bersubsidi diduga akan meningkat dan berpotensi membebani APBN secara signifikan.

Menurut kader PKS tersebut, pemerintah tidak boleh menutup mata. Kelangkaan BBM di SPBU swasta adalah alarm bahwa sistem distribusi energi nasional RI sentralistik.

 

Dalam kondisi krisis energi global, pemerintah seharusnya mengambil langkah khusus, bukan mempertahankan prosedur birokratis yang kaku dan lambat.

Ia juga memperingatkan kegagalan pemerintah untuk membaca situasi ini akan berujung pada krisis yang lebih luas, seperti kelangkaan BBM, lonjakan subsidi, dan tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Sementara itu, masyarakat ramai-ramai membanjiri kolom komentar sosial media milik Shell Indonesia. Mereka mempertanyakan mengenai ketersediaan BBM Shell yang masih belum bisa dibeli.

Meski tidak secara gamblang membeberkan kapan ketersediaan BBM-nya, namun Shell memastikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

finnews.id – Kabar gembira buat kamu yang sedang memantau ekonomi nasional! Sektor...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

finnews.id – Ekonomi Indonesia kembali menunjukkan tajinya di awal tahun ini! Bank...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

finnews.id – Jaringan swalayan Superindo kembali memanjakan para pelanggan setianya dengan menggelar...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

finnews.id – Industri perhotelan nasional tengah menghadapi tekanan serius. Indonesian Hotel General Manager...