Home Ekonomi BTN Ubah Wajah Layanan, Ekspansi Ditopang Operasional Modern
Ekonomi

BTN Ubah Wajah Layanan, Ekspansi Ditopang Operasional Modern

Bagikan
btn
Bagikan

Selain pembaruan operasional kredit, BTN juga melakukan modernisasi jaringan kantor cabang. Upaya ini dilakukan melalui program peremajaan kantor cabang (rejuvenating branch). Sepanjang 2025, BTN telah membuka 20 kantor cabang baru, merelokasi 29 kantor cabang, serta melakukan penataan ulang (re-layout) terhadap 10 kantor cabang agar lebih modern dan nyaman.

Nyoman mengakui, selama ini citra kantor cabang BTN sering dianggap kaku dan birokratis. Karena itu, BTN berupaya menghadirkan konsep cabang yang lebih modern dan ramah terhadap nasabah. Beberapa kantor cabang yang telah mengusung konsep baru tersebut antara lain berada di kawasan Pondok Indah, Harmoni, Kuningan, hingga Central Park.

“Kami ingin mengubah kesan lama bahwa kantor cabang bank itu kuno dan birokratis. Ke depan, cabang BTN akan menyesuaikan perkembangan zaman dengan konsep yang lebih modern dan dinamis,” ujarnya.

Secara bersamaan, perseroan juga mempercepat digitalisasi layanan melalui pengembangan BTN Digital Store. Konsep ini menghadirkan layanan perbankan di lokasi yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat.

BTN Digital Store tidak hanya berada di kantor cabang, tetapi kini juga hadir di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial. Bahkan, di beberapa lokasi, BTN menggandeng merek kopi lokal untuk menghadirkan suasana layanan yang lebih santai. Saat ini, sebanyak 24 BTN Digital Store telah beroperasi di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, dan Semarang.

“Kami hadir di area komersial, di mal dan pusat keramaian. Konsepnya adalah outlet yang bisa melayani kapan saja melalui digital store. Tapi tetap ada superstaff yang membantu nasabah,” jelas Nyoman.

Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan pengalaman nasabah (customer experience) yang lebih baik. Dengan pendekatan ini, bank tidak hanya menunggu nasabah datang ke kantor cabang, tetapi hadir langsung di tempat masyarakat beraktivitas.

“Jadi bukan hanya nasabah yang datang ke bank, tetapi bank yang hadir di tempat orang-orang beraktivitas,” ungkap Nyoman.

Transformasi operasional BTN juga menyentuh pengelolaan dokumen kredit. Mengingat besarnya portofolio KPR yang dimiliki BTN, pengelolaan dokumen agunan menjadi aspek penting. Untuk itu, BTN membangun Records Center sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan dokumen kredit yang lebih modern dan aman.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

Nggak cuma itu, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki juga...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta industri pengolahan menjadi pemain kunci yang...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

Satu penawaran yang tidak boleh pelanggan lewatkan adalah promo unik “Ambil dan...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk gangguan penerbangan internasional, ikut menekan jumlah...