Catatan Dahlan Iskan

Ziarah Ziarah

catatan dahlan iskan

Bagikan
Bagikan

Oleh: Dahlan Iskan

Ziarah pertama saya di Kairo: ke makam Imam Syafi’i. Satu dari imam empat mazhab: Syafi’i, Maliki, Hambali, dan Hanafi.

Islam di Tiongkok mazhabnya Hanafi. Indonesia Syafi’i. Rasanya saya ikut Syafi’i campur Hanafi.

Bangunan tinggi di sekitar makam Imam Syafi’i banyak dikosongkan. Sebagian sudah dihancurkan. Itu menambah tebalnya debu yang harus masuk paru. Tapi itu juga memberi harapan: pembangunan ekonomi dan modernisasi terus berlangsung di Mesir.

Sementara ini suasananya masih seperti dulu: jalan tanah, debu tebal, kaki lima saling bersaing, pengemis berbaris, dan terik matahari kian ngeri.
Imam Syafi’i inilah yang membuat Islam sangat moderat. Selalu memberi jalan tengah untuk urusan keagamaan. Indonesia berada di jalur ini. Al Azhar University di jalur ini. Banyak mahasiswa yang pilih kuliah di Al Azhar karena ingin belajar sikap tengahnya itu.

Tapi yang mendampingi saya selama di Kairo adalah orang Indonesia dengan latar belakang keluarga pengikut Persis –Persatuan Islam.

Anda sudah tahu seperti apa Persis: tegas. Sesuatu yang tidak ada dalam Alquran dan Hadis tidak boleh dikerjakan. Titik. Tidak ada titik koma.

Termasuk ziarah ke kuburan: tidak boleh. Tidak diajarkan. Tahlil tidak boleh. Orang itu kalau sudah mati ya sudah. Mati. Sudah terputus dengan siapa pun kecuali tiga: ilmunya, amal sedekahnya, dan doa anaknya yang saleh.

Setelah kuliah di Al Azhar sikapnya melunak. Apalagi setelah ia punya bisnis travel: harus sering mengantarkan rombongan yang ingin ziarah ke kuburannya Imam Syafi’i.

Namanya Anda sudah tahu: Fauzi Syam Latif (Disway 19 Februari 2026: Tiga Huruf). Orang Bandung. Mertuanya orang Garut. Sekeluarga Fauzi Persis semua –sedangkan keluarga istrinya NU semua.
sering ke kuburan, keluarganya di Bandung heboh. Termasuk ayahnya sendiri. Fauzi dianggap orang Persis yang tidak tegak lurus lagi. Fauzi pun sibuk menjelaskan teorinya tentang dua jenis ziarah ke kuburan itu.

Apalagi ketika mertuanya meninggal dunia. Ia harus mengadakan tahlil di rumahnya selama tujuh malam. Ia diejek habis oleh keluarganya.

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Lu Biau

Oleh: Dahlan Iskan Ketika saya meninggalkan pulau Rhun kembali ke pulau Banda...

Catatan Dahlan Iskan

Tuntutan Tinggi

Oleh: Dahlan Iskan Begitu banyak harapan untuk Nadiem Makarim: ia sudah boleh...

penurunan nilai rupiah sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500. Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah
Catatan Dahlan Iskan

Guncangan Transisi

Oleh: Dahlan Iskan Saya memang perlu merenung panjang sebelum mengangkat anjloknya rupiah...

"Tahu krowak": lambang aplikasi layanan publik milik kabupaten Sumedang. Ada 29 menu di dashboardnya. Mulai dari kas daerah sampai MBG.
Catatan Dahlan Iskan

Tahu Digigit

Oleh: Dahlan Iskan Buah “apel krowak”, Anda sudah hafal di luar kepala:...