Indonesia saat ini merupakan produsen kakao terbesar ketujuh di dunia dengan kontribusi sekitar 4% terhadap produksi global. Ke depannya, pertumbuhan sektor ini akan sangat bergantung pada penguatan produksi di hulu serta peningkatan kesejahteraan petani, yang menjadi fondasi penting bagi berkembangnya industri pengolahan kakao nasional.

 

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mengajak masyarakat lokal maupun wisatawan global untuk memahami perjalanan cokelat secara utuh, dari proses budidaya hingga pengalaman rasa. Kakao masih menjadi sumber penghidupan penting bagi petani kecil di Bali. Kehadiran Valrhona Cocoa Forest diharapkan menjadi ruang belajar terbuka dan pusat komunitas, tempat praktik budidaya, edukasi, dan kreativitas yang saling terhubung, sekaligus menegaskan peran Bali dalam lanskap gastronomi dunia,” kata Nyoman Astari Siswanto, Director Nyanyi Bali.

“Proyek ini disatukan oleh semangat dan tujuan bersama untuk membangun masa depan Bali yang lebih bertanggung jawab, serta memberi kontribusi bagi komunitas kuliner global,” tutup Astari.