Home Internasional Suriah Minta Penyerahan Bashar al-Assad untuk Diadili
Internasional

Suriah Minta Penyerahan Bashar al-Assad untuk Diadili

Bagikan
Bashar al-Assad. (dok. Getty Images/ATP Images)
Bagikan

finnews.id – Pemerintah Suriah menyatakan sikap tegas dengan menuntut penyerahan mantan presiden Bashar al-Assad beserta seluruh pihak yang terlibat dengannya. Langkah ini disampaikan di tengah berlanjutnya proses peradilan transisi yang tengah dijalankan otoritas baru di negara tersebut.

Menteri Kehakiman Suriah Mazhar Al-Wais, pada Minggu 22 Feberuari, menjelaskan bahwa kebijakan amnesti umum yang baru diterbitkan merupakan kebutuhan mendesak dalam konteks hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut sah, baik secara konstitusional maupun yuridis.

Sebelumnya, pada Rabu (18/2), Presiden Suriah Ahmad Al-Sharra mengeluarkan dekret yang memberikan amnesti umum bagi sejumlah tindak pidana serta pengurangan hukuman untuk kasus tertentu.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Al-Wais mengungkapkan bahwa dekret tersebut langsung diberlakukan setelah ditandatangani. Hingga kini, sebanyak 1.500 orang telah dibebaskan sebagai bagian dari kebijakan tersebut.

Ia memperkirakan sekitar 500.000 warga Suriah berpotensi memperoleh manfaat dari amnesti kali ini. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan itu tidak berlaku bagi pelaku kejahatan berat terhadap rakyat Suriah.

“Tidak ada seorang pun yang terlibat dalam penumpahan bahkan setetes darah rakyat Suriah telah atau akan dibebaskan,” ujarnya.

Terkait proses peradilan transisi, Al-Wais menyatakan bahwa kementeriannya berada di jalur yang tepat, dengan pendekatan yang menolak balas dendam sekaligus tidak memberi ruang bagi impunitas.

Ia menyebut proses persidangan dalam kerangka tersebut diperkirakan akan dimulai dalam waktu dekat setelah seluruh berkas perkara dilengkapi bukti serta dokumentasi yang diperlukan.

Menyinggung soal pertanggungjawaban pejabat rezim sebelumnya, Al-Wais menegaskan bahwa negara Suriah telah menyampaikan “perlunya penyerahan Bashar al-Assad dan semua pihak yang terlibat dengannya,” serta menyerukan “proses hukum yang jelas yang menempatkan negara-negara pada kewajiban hukum dan moral mereka.”

“Peradilan Suriah tidak akan berdiam diri terhadap pelaku kejahatan mana pun, dan kami akan mengejar mereka melalui cara-cara hukum yang tepat dan sah secara internasional,” tambahnya.

Assad, yang memimpin Suriah selama hampir 25 tahun, dilaporkan melarikan diri ke Rusia pada akhir 2024, mengakhiri dominasi Partai Baath yang telah berkuasa sejak 1963.

Setelah kejatuhannya, pemerintahan transisi baru yang dipimpin Sharra resmi dibentuk pada Januari 2025.

Sumber: Anadolu

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Iran Peringati 40 Hari Wafatnya Ayatollah Khamenei, Jutaan Warga Turun ke Jalan!

finnews.id – Jutaan warga di Iran turun ke jalan pada Kamis, 9...

Internasional

Gegara Israel Serang Lebanon yang Tewaskan 112 Orang, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz

finnews.id – Serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon menewaskan...

Internasional

Masjid Al-Aqsa Kembali Dibuka Setelah 40 Hari Ditutup, Jemaah Langsung Berdatangan

finnews.id – Masjid Al-Aqsa akhirnya kembali dibuka untuk jamaah Muslim pada Kamis,...

Internasional

Sombongnya Netanyahu, Ngaku Siap Kembali Berperang Lawan Iran Kapan Saja!

finnews.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan tegas terkait situasi...