Saat menghubungi bank, tanyakan secara detail:

“Berapa total pelunasan hari ini hingga kartu benar-benar ditutup?”

Langkah ini penting untuk menghindari sisa tagihan tersembunyi.

3. Matikan Semua Autodebet

Periksa apakah kartu terhubung dengan pembayaran rutin seperti:

  • Listrik & air

  • BPJS

  • Gym membership

  • Netflix / Spotify

  • E-commerce

Segera pindahkan metode pembayaran. Jika tidak, tagihan gagal bayar bisa memicu denda baru.

4. Tukarkan Poin Reward

Jangan biarkan poin hangus. Sebelum menutup kartu:

  • Redeem voucher belanja

  • Tukar miles penerbangan

  • Potong tagihan

Anggap sebagai “hadiah perpisahan” dari bank.

5. Hubungi Call Center atau Datang ke Cabang

Pengajuan penutupan bisa dilakukan melalui:

  • Telepon customer service

  • Kantor cabang bank

Siap-siap Dirayu Retention Team

Bank biasanya akan menahanmu dengan tawaran seperti:

  • Penghapusan annual fee

  • Kenaikan limit

  • Voucher belanja

Jika tetap ingin menutup, tolak dengan sopan namun tegas.

6. Minta Surat Keterangan Lunas

Ini langkah yang sering diabaikan, padahal sangat penting.

Mintalah bukti tertulis berupa:

  • Surat Keterangan Lunas

  • Surat Penutupan Kartu Kredit

Dokumen ini menjadi bukti hukum jika suatu saat muncul penagihan.

7. Hancurkan Kartu Fisik

Setelah penutupan dikonfirmasi:

  • Gunting bagian chip

  • Rusak pita magnetik

Tujuannya agar data tidak bisa disalahgunakan pihak lain.

Lebih Baik Ditutup atau Dipertahankan?

Tidak semua kartu harus ditutup. Berikut panduan mengambil keputusan:

Kartu Pertama (Tertua)

Rekomendasi: Pertahankan
Alasan: Menjaga usia kredit (credit age) di laporan SLIK.

Iuran Tahunan Mahal

Rekomendasi: Tutup / Negosiasi
Jika benefit kecil, kartu jadi beban.

Limit Kecil

Rekomendasi: Tutup
Tidak sebanding biaya admin.

Jarang Dipakai (>6 bulan)

Rekomendasi: Tutup
Berisiko fraud tanpa disadari.

Apakah Menutup Kartu Kredit Merusak Skor Kredit?

Jawabannya: Sedikit, tapi sementara.

Menutup kartu akan: