Home Ekonomi Terapkan Prinsip Green Banking, BTN Dukung Transisi Perbankan Berkelanjutan
Ekonomi

Terapkan Prinsip Green Banking, BTN Dukung Transisi Perbankan Berkelanjutan

Bagikan
BTN
BTN menegaskan komitmen green banking melalui penerapan ESG, fokus pada pembiayaan perumahan berkelanjutan dan ekonomi sirkular.
Bagikan

“Bahan-bahan rumah rendah emisi seperti bata, genteng, paving block, itu semua diolah dari sampah yang sudah tidak dapat diurai, contohnya sachet mie instan dan kopi instan, yang ternyata lebih kuat. Kami juga ada hitungan bagaimana rumah rendah emisi harus punya jendela yang ukurannya dua pertiga dari dinding, misalnya. Kemudian lampu-lampu di kompleks perumahan diupayakan menggunakan panel surya. Memang investasinya agak mahal, tapi developer perlahan-lahan mulai memahami tujuannya,” jelas Nixon.

Terbaru, BTN telah memulai program “Bayar Angsuran-Mu Pakai Sampah-Mu” yang memungkinkan pemilik rumah KPR BTN mengumpulkan sampah rumah tangga yang akan diolah oleh startup bernama Rekosistem dan dikonversi menjadi rupiah, kemudian masuk ke tabungan debitur untuk mengurangi angsuran yang bisa mencapai 10-15% per bulannya.

“Jadi kalau rata-rata cicilan KPR-nya Rp1,2 juta per bulan, dengan mengumpulkan sampah, debitur dapat mengurangi cicilannya sekitar Rp100 ribu hingga Rp120 ribu per bulannya. Ini adalah bentuk waste management yang baik dan sebuah evolusi pemikiran, bagaimana kita mendorong monetisasi sampah karena sampah juga menjadi penyebab emisi karbon yang tinggi,” papar Nixon.

Faktor ketiga yang juga tidak kalah pentingnya, kata Nixon, adalah penerapan prinsip-prinsip ESG dalam operasional BTN sehari-hari, contohnya pengurangan penggunaan kertas melalui digitalisasi, kendaraan listrik untuk kendaraan operasional, dan pemasangan panel surya di kantor-kantor BTN. Di sisi aspek sosial, BTN juga memastikan keseimbangan gender karyawan yang saat ini komposisinya hampir 50-50 antara pria dan wanita, serta mempekerjakan karyawan disabilitas.

Lebih lanjut, Nixon menilai, perubahan ke arah praktik-praktik perbankan yang lebih ramah lingkungan semakin mendesak untuk dilakukan. Berkaca dari bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat belum lama ini yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerusakan yang parah, BTN melihat isu perubahan iklim tidak lagi menjadi yang dikesampingkan oleh industri perbankan.

Bagikan
Artikel Terkait
PMI-BI Triwulan I 2026 melesat ke 52,03%! Industri kertas, alas kaki, dan makanan jadi motor utama. Simak proyeksi ekonomi manufaktur RI selanjutnya.
Ekonomi

Lampu Hijau Ekonomi! Sektor Manufaktur RI Ngamuk di Awal 2026, Siap-Siap Kebanjiran Pesanan?

Nggak cuma itu, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki juga...

Bank Indonesia catat kinerja dunia usaha Triwulan I 2026 tetap tangguh! SBT tembus 10,11%, sektor pertanian & tambang siap melesat di triwulan depan.
Ekonomi

Jangan Sampai Ketinggalan! Dunia Usaha RI 2026 Masih On Track, Sektor-Sektor Ini Bakal Cuan Gede?

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta industri pengolahan menjadi pemain kunci yang...

Ekonomi

Katalog Promo Superindo Hari Ini 17 April 2026: Diskon Bahan Segar, Pas untuk Stok Dapur

Satu penawaran yang tidak boleh pelanggan lewatkan adalah promo unik “Ambil dan...

Ekonomi

Okupansi Hotel Turun Hingga 30%, Pengusaha Desak Pemerintah Evaluasi Kebijakan Efisiensi Anggaran

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk gangguan penerbangan internasional, ikut menekan jumlah...