Home Internasional PM Israel Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Kontroversi di Balik Inisiatif Trump
Internasional

PM Israel Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Gaza: Kontroversi di Balik Inisiatif Trump

Bagikan
PM Israel Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Gaza
PM Israel Netanyahu Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Bagikan

Finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membentuk dewan perdamaian di Gaza. Tapi yang lebih mengejutkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima undangan untuk bergabung.

Ini setelah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapannya atas dugaan kejahatan perang di Gaza.

Langkah ini memicu kontroversi dan pertanyaan besar tentang tujuan sebenarnya di balik dewan tersebut.

Dewan Perdamaian ini diresmikan sebagai bagian dari fase kedua perjanjian gencatan senjata dengan Hamas, bertujuan mengakhiri perang genosida Israel di Gaza.

Trump mengklaim dewan ini akan mengawasi pembangunan kapasitas pemerintahan, hubungan regional, rekonstruksi, daya tarik investasi, pendanaan skala besar  dan mobilisasi modal di wilayah tersebut.

Namun, dengan Netanyahu di dalamnya, banyak yang meragukan objektivitas dewan ini.

Aliansi Kontroversial di Dewan Perdamaian

Partisipasi Netanyahu, yang kantornya sebelumnya mengkritik susunan komite eksekutif (termasuk rival regional Israel, Turki), menambah kecurigaan.

Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, bahkan menyerukan agar Israel mengambil tanggung jawab unilateral atas masa depan Gaza.

Sementara itu, Kremlin mengatakan sedang berupaya mengklarifikasi semua nuansa dari tawaran Trump kepada Putin.

Trump mengisyaratkan ambisi yang lebih besar, menyatakan keinginan untuk memperluas mandat dewan tersebut untuk menangani krisis dan konflik di seluruh dunia.

Bukan hanya Gaza. Hal ini menimbulkan dugaan Trump berharap dewan tersebut dapat menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang telah berulang kali dikritiknya sebagai lembaga yang tidak berfungsi.

Ketika ditanya apakah dewan tersebut harus menggantikan PBB, Trump menjawab PBB harus terus berlanjut.

Tetapi Trump menambahkan Dewan Perdamaian mungkin akan mengambil alih karena PBB belum terlalu membantu.

Dewan ini mengundang banyak pemimpin dunia, termasuk UEA, Maroko, Vietnam, Belarus, Hungaria, Kazakhstan, dan Argentina.

Namun, beberapa negara, seperti Swedia, menolak berpartisipasi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok menekankan Beijing dengan tegas menjunjung tinggi sistem internasional yang berpusat pada PBB.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Indonesia Bakal Pajaki Selat Malaka, Begini Penjelasan Resmi Menkeu Purbaya

finnews.id – Isu rencana Indonesia memungut pajak dari kapal yang melintasi Selat...

Internasional

Kesepakatan Energi RI–Rusia: 150 Juta Barel Minyak Mengalir ke Indonesia

finnews.id – Pemerintah Indonesia mengambil langkah berani untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional...

Internasional

Investor Asing Borong Saham Jepang! Nikkei Tembus Level 60.000 Berkat Reli AI dan Isu Damai

finnews.id – Pasar modal Negeri Sakura kembali menunjukkan taringnya. Para investor asing...

Internasional

Kapal-kapal Asia Diprediksi Akan Segera Lintasi Selat Hormuz, Bagaimana dengan Perusahaan Barat?

finnews.id – Situasi di Selat Hormuz kini memasuki babak baru yang cukup...