Finnews.id – Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, baru saja menuntaskan pertemuan strategis dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, di London. Dalam kunjungan kenegaraan tersebut, kedua pemimpin sepakat mempererat kemitraan ekonomi, terutama pada sektor teknologi keuangan (fintech), maritim, dan pengembangan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan tinggi.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Inggris merupakan mitra kunci bagi percepatan ekonomi Indonesia. Fokus utama kerja sama ini tertuju pada kemampuan sektor finansial Inggris yang kuat untuk mendukung stabilitas dan inovasi teknologi keuangan di tanah air.
Revolusi Maritim dan Kesejahteraan Nelayan
Salah satu poin krusial yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah dukungan Inggris terhadap rencana besar pembangunan 1.500 kapal penangkap ikan di Indonesia. Proyek ambisius ini tidak hanya menyasar modernisasi armada, tetapi juga mencakup penataan total desa-desa nelayan di seluruh Nusantara.
“Kita akan melakukan investasi besar-besaran untuk memperbaiki kualitas hidup para nelayan kita,” ujar Presiden Prabowo dalam siaran resmi Sekretariat Presiden, Rabu 21 Januari 2026. Langkah ini sejalan dengan ambisi Presiden untuk mengoptimalkan potensi laut yang mencakup tiga per empat wilayah Indonesia.
Selain infrastruktur, Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan gizi masyarakat melalui konsumsi protein ikan. Dengan memperkuat sektor maritim, pemerintah berharap konsumsi protein rakyat yang saat ini masih rendah dapat meningkat signifikan guna mencetak generasi yang lebih kompetitif.
Percepat Transformasi Digital Lewat Pendidikan
Agenda kunjungan di London juga mencakup forum UK-Indonesia Education Roundtable yang berlangsung di Lancaster House. Dalam forum yang dihadiri para akademisi tersebut, Presiden Prabowo secara aktif mengajak perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk memperluas ekspansi dan kerja sama dengan kampus-kampus di Indonesia.
Saat ini, beberapa universitas Inggris telah merambah pasar Indonesia dengan membuka kampus di Singosari dan Bandung. Fokus utama kerja sama pendidikan ini adalah pada bidang digital dan teknologi tinggi yang menjadi kebutuhan mendesak bagi industri dalam negeri.