Home Lifestyle Sering Kembung Usai Makan Alpukat? Kenali Kandungan FODMAP dan Panduan Porsi Amannya
Lifestyle

Sering Kembung Usai Makan Alpukat? Kenali Kandungan FODMAP dan Panduan Porsi Amannya

Bagikan
Efek samping makan alpukat berlebihan
Penjelasan medis mengenai kandungan FODMAP dan sorbitol dalam alpukat serta panduan porsi aman untuk pencernaan.Foto:Unsplash
Bagikan

Finnews.id – Alpukat telah lama menjadi primadona dalam menu diet sehat berkat kandungan lemak tak jenuh dan nutrisinya yang melimpah. Namun, bagi sebagian orang, mengonsumsi buah hijau ini justru memicu masalah pencernaan seperti perut kembung, begah, hingga diare. Fenomena ini berkaitan erat dengan kandungan senyawa karbohidrat rantai pendek yang dikenal sebagai FODMAP.

Berdasarkan riset dari Monash University, alpukat mengandung sorbitol, sejenis gula alkohol yang termasuk dalam kelompok FODMAP. Bagi mereka yang memiliki pencernaan sensitif atau menderita Irritable Bowel Syndrome (IBS), sorbitol sulit diserap oleh usus halus sehingga memicu fermentasi bakteri di usus besar yang menghasilkan gas berlebih.

Takaran Porsi Menentukan Kenyamanan Perut
Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa status “sehat” alpukat sangat bergantung pada ukuran saji atau porsinya. Alpukat tidak serta-merta harus dihindari, melainkan perlu diatur jumlah konsumsinya agar tidak menimbulkan reaksi negatif pada sistem pencernaan.

Berikut adalah panduan porsi berdasarkan kandungan FODMAP-nya:

Porsi Tinggi: Mengonsumsi setengah buah alpukat (sekitar 80 gram) termasuk kategori tinggi FODMAP dan berisiko besar memicu gejala kembung.

Porsi Sedang: Seperempat buah alpukat (sekitar 45 gram) mengandung tingkat FODMAP moderat.

Porsi Rendah (Aman): Seperdelapan buah alpukat (sekitar 30 gram) tergolong rendah FODMAP dan umumnya aman dikonsumsi, bahkan oleh penderita gangguan pencernaan sekalipun.

Mengapa FODMAP Memicu Masalah Pencernaan?
Secara teknis, FODMAP bergerak sangat lambat di dalam usus halus dan menarik air di sepanjang salurannya. Saat mencapai usus besar, bakteri memecah karbohidrat ini melalui proses fermentasi. Kombinasi akumulasi air dan pelepasan gas inilah yang menyebabkan rasa tidak nyaman, nyeri perut, hingga perubahan pola buang air besar.

Namun, reaksi setiap individu terhadap sorbitol dalam alpukat berbeda-beda. Ada orang dengan kondisi IBS yang tetap bisa menikmati alpukat tanpa keluhan, sementara yang lain mungkin sudah merasa begah hanya dengan porsi kecil.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Lifestyle

Promo Diskon Tiket Lebaran dari Garuda Indonesia, Rute Domestik dan Internasional

finnews.id – PT Garuda Indonesia Tbk menghadirkan promo spesial bertajuk “Takjil Ramadan”....

Lifestyle

Polemik Olahraga Padel: Dari Keluhan Warga Berujung Ditutup

finnews.id – Padel (bahasa Spanyol: pádel) adalah olahraga raket yang menggabungkan unsur-unsur...

Lifestyle

Valrhona Luncurkan Valrhona Cocoa Forest di Bali, Wujudkan Gastronomi Berkelanjutan

finnews.id – Nyanyi Bali, sebuah grup multigenerasi asal Bali, Indonesia yang bergerak...

LifestyleNews

Gubernur Kalimantan Timur ‘Disemprot’ Mendagri gara-gara Anggaran Mobil Dinas

finnews.id – Gubernur Kalimantan Timur diterpa kabar tak sedap. Tak hanya itu,...