Dahlan Batubara
Saya sudah 2 tahun mengikuti channel2 Youtube keluarga2 di Iran, terutama di keluarga2 di desa2 sepanjang perbukitan Zagros, kawasan Iran barat. Lebih 50 Channel saya subscribe. Chennel2 keluarga itu tiap hari menayangkan konten2 alami: kegiatan kehidupan sehari2. Tanpa rencana plot, tanpa ada rencana susun skenario. Tayangan2nya murni kehidupan harian sejak pagi hingga malam. Kegiatan menggembala domba, pertanian, sosial dll. Dari youtub2 keluarga itu saya akhirnya memahami orang2 Iran itu cerdas dan tahan banting, idealisme tinggi. Operator youtub umumnya anggota keluarga itu sendiri, umuran SMP hingga yg dewasa. Bukan pria saja, perempuan2 di sana pun tangguh2. Saya banyangkan perempuan Indonesia tak akan mampu menandingi ketangguhan perempuan Iran. Saya juga terkesan saat beberapa sarjana medis dari desa2 itu pergi ke Gaza membantu rakyat Palestina kala bombardir Israel ke Gaza.
Gregorius Indiarto
Anda mati kutu, kalau menulis tentang Timur Tengah. Masih ingat ketika Anda menulis tentang Gaza, Anda banyak “merangkum” dari komentar perusuh. Terutama perusuh yang sampai sekarang belum muncul lagi. Karena tulisan Anda dianggap tidak bermutu.
Thamrin Dahlan YPTD
Anomali Iran. Awak pikir Amerika Serikat tidak berani memperlakukan Iran seperti Venezeula. Iran balik mengancam akan membalas menyerang Israel. Disamping itu Kerajaan Arab Saudi dan Negara Timur Tengah mengingatkan Donald Trump agar hati hati bertindak. Demo di Iran tampaknya ada campur tangan asing. Tepat sekali mematikan jalur medsos agar kerusuhan tidak semakin beluas. Anomali Iran awak rasakan ketika tugas negara BNN tahun 2008. Kami meninjau Rehabilitasi Narkoba di negeri Ini. Yes Iran sangat peduli menyelamatkan rakyat dari dampak buruk narkotika. Mereka menjaga perbatasan dangan negara tetangga sangat ketat sekali agar barang haram itu tidak masuk ke Iran. Dari bandara kami di mampirkan ke maqam Ayatullah Khomeini. Banyak penziarah manca negara. Terlihat berragam mata uang di letakkan di seputar maqam. Seorang teman bintang satu awak bisiki. ” Ndan berdoa yuk disini semoga berkah” . Alhamdulillah takdir komandan sampai pada karier biintang tiga. Yes Syiah. Tidak ada banyak Masjid di kota Teheran. Shalat Jum;at hanya ada dibeberapa tempat saja. Di televisi Iran kami menyaksikan shalat Isya langsung dilaksanakan langsung setelah shalat Maghrib. Demikian pula shalat Dhuhur dan Sahalat Asar. Artinya dalam sehari semalam hanya ada 3 kali waktu shalat. Jamuan makan sahabat Tentara Iran ami sejenis sate. Luar biasa tusuk sate besar sekali hampir seperti pedang. Bumbunya khas timur tengah. Semoga tidak terjadi perang. Irang menganggap Perang Sabilillah / Jihad.