Home Internasional Khamenei: Trump bertanggung Jawab Atas Pembunuhan dan Kerusakan Selama Kerusuhan di Iran
Internasional

Khamenei: Trump bertanggung Jawab Atas Pembunuhan dan Kerusakan Selama Kerusuhan di Iran

Bagikan
Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Bagikan

finnews.id – Pemimpin Tertinggi Spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengatakan, Presiden AS Donald Trump adalah “pelaku utama” di balik jatuhnya korban jiwa dan kerusakan yang disebabkan selama protes baru-baru ini di seluruh negeri.

Berbicara kepada khalayak di ibu kota Teheran, Sabtu, 17 Januari 2926, Khamenei mengatakan, bahwa selama “pemberontakan” baru-baru ini, presiden AS secara pribadi turun tangan dan “mengeluarkan ancaman, serta mendorong dan mendukung para pemberontak.”

“Saya katakan dengan tegas bahwa tujuan Amerika dalam pemberontakan baru-baru ini adalah untuk menelan Iran,” katanya.

Protes anti-pemerintah atas memburuknya situasi ekonomi dan depresiasi mata uang nasional, rial, yang mencapai rekor, meletus di Teheran akhir bulan lalu dan secara bertahap menyebar ke kota-kota lain di seluruh Iran.

Pada 8 Januari, protes berubah menjadi kekerasan, setelah putra mantan raja Iran yang berbasis di AS mendesak orang-orang untuk turun ke jalan memprotes pemerintah.

Di tengah bentrokan jalanan yang sengit antara demonstran dan personel keamanan, muncul laporan soal ratusan korban jiwa, terutama di provinsi-provinsi barat.

Polisi Tuding Para Perusuh Tunggangi Aksi Demo

Polisi mengatakan protes damai tersebut “dibajak oleh perusuh,” yang, menurut klaim mereka, didukung oleh badan intelijen AS dan Israel.

Serangan dilaporkan terjadi di gedung-gedung pemerintah, kantor polisi, toko-toko, bank, dan masjid di seluruh negeri, termasuk di Teheran, menyebabkan kerugian ratusan juta dolar, menurut perkiraan awal.

Jumlah korban tewas resmi belum diketahui, tetapi perkiraan tidak resmi berkisar dari ratusan hingga ribuan.

Khamenei mengatakan AS, sejak Revolusi Iran 1979, telah berupaya untuk “memulihkan dominasinya” di Iran, menambahkan bahwa semua pemerintahan di Washington telah mengikuti kebijakan ini terhadap negara tersebut.

Ia mengatakan bahwa di masa lalu, tokoh-tokoh media Barat akan terlibat, tetapi kali ini, presiden AS “sendiri mendorong para penghasut,” merujuk pada demonstran bersenjata.

 

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Iran Buka Selat Hormuz, Dua Tanker Pertamina Siap Lanjutkan Pelayaran

finnews.id – Kabar baik datang dari jalur perdagangan laut paling vital di...

Internasional

Selat Hormuz Dibuka Kembali: Pasar Global Bergairah, Harga Minyak Anjlok 10%

finnews.id – Kabar positif datang dari kawasan Teluk yang seketika mengubah wajah...

Internasional

Yen Jepang Menguat Tajam, Menkeu Satsuki Katayama Soroti Aksi Spekulan Pasar

finnews.id – Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, memberikan pernyataan tegas mengenai penguatan...

Internasional

Pilot Lufthansa Mogok Kerja, Seribu Lebih Penerbangan di Jerman Batal

finnews.id – Rencana perjalanan puluhan ribu orang di Jerman berantakan pekan ini....