Catatan Dahlan Iskan

Omon Kenyataan

Bagikan
omon kenyataan
Zohran Mamdani saat mengumumkan kebijakan barunya, kali ini soal ojek online di New York.--
Bagikan

Gregorius Indiarto

Kalau semua negara seperti Iran (berani/mandiri), mungkin tidak ada cerita “Venezuela”. Tidak ada dominasi “Paman” Tidak seperti saat ini, banyak negara jadi “keponakan’ si “Paman”, semua ponakan tunduk pada si paman. Semoga cerita Venezuela tidak berjilid. Met pagi, salam sehat, damai dan bahagia.

Muh Nursalim

Bisa melumpuhkan starlink. Itu berati ilmuwan Iran sangat hebat. Itu terjadi krn pendidikan filsafat d kampus2 Iran sangat kuat. Secara epistemik teknologi hanya bagian ranting dari ilmu. Maka segala tekonologi di kampus2 Iran amatlah maju. Termasuk dlm kesehatan dan pertanian. Kalau senjata nda usah diragukan. Perang 12 hari vs israel sudah cukup membuktikan. Betapa pilihan pengembangan rudal menjadi strategis drpada pesawat tempur. Di Sragen ada sekolah SMA yg fokus ke sains dengan pengajaran filsafat yg juga kuat. Yaitu Trensains. Penggasnya prof Gus Pur. Pakar fisika dr ITS. Pendalaman filsafat sebelum belajar teknik menjadi penting. Sehingga teknologi tdk menjadi liar dan memakan penemunya.

Liam Then

Antara 3 , Venezuela, Iran, Saudi. Sama-sama banyak minyak, kenapa nasibnya laen? Venezuela, Iran dan Saudi, sama-sama punya pemimpin awet dalam durasi cukup lama, kenapa nasibnya bisa beda? Venezuela, Iran dan Saudi ,punya sejarah nasionalisasi minyak yang sama. Kenapa nasibnya bisa beda? Mungkin yang bikin beda, adalah cara pemimpinnya menasionalisasi minyak mereka. Venezula dan Iran pakai cara keras, sedangkan Saudi pakai cara yang berbeda. Uniknya, cara Saudi, ditiru oleh RI, dalam upaya mengambil alih Freeport. Dalam olahraga ada yang namanya peraturan. Dalam hubungan dagang dan perjanjian antar negara, ada yang namanya kesepakatan. Jika satu pihak lebih kuat, yang kuat bisa kapan saja, pindah dari kesepakatan dengan inisiasi sendiri, tanpa perlu persetujuan pihak lain , dengan resiko minim. Jika kondisi berbalik, tentu ada resiko yang harus ditanggung, hasilnya cuma antara dua, antara mampu bertahan, tapi banyak masalah. Satunya lagi, mampu bertahan dan keluar dari masalah, kemudian berubah maju. Rusia dan Tiongkok, dua yang tergolong mampu bertahan dan keluar dari masalah. Tiongkok era Mao Zedong dulu, juga mengalami embargo, malah katanya lebih parah dari yang dialami oleh Uni Soviet, dan itu berlangsung dalam kurun waktu cukup lama 1950-1972. Uni Soviet runtuh, menyisa Russia, yang kemudian bersama Tiongkok berhasil bangkit. Yang perlu dicermati, adalah kecirian bagaimana Tiongkok dan Rusia bangkit. Mereka bangkit tidak dengan cara frontal.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Potret aksi demonstrasi di Iran yang sempat beredar di media sosial sebelum adanya pembatasan akses internet.
Catatan Dahlan Iskan

Anomali Iran

“Hahaha … tidak tahu. Mungkin saya paling terkenal karena aktif di medsos....

Catatan Dahlan Iskan

Asta Cashtry      

Hanya dari lima hari praktik Cashtry menemukan beberapa kasus SJS. Tapi tahapnya...

Catatan Dahlan Iskan

Rafael Zainal  

Ia aktif di gerakan pembelaan apa saja yang jadi korban kapitalisme. Termasuk...

Catatan Dahlan Iskan

Amang Tabung

Proses menggugurkannya pun mudah. Janin itu disuntik. Akan mati sendiri. Mati dalam...