Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera pada Senin yang sama mengatakan bahwa negaranya siap untuk berperang, tetapi tetap terbuka untuk berdialog, setelah Trump mengatakan militer AS sedang mempertimbangkan “opsi yang sangat kuat” terkait Iran.
Retorika semacam itu berimplikasi besar terhadap perlindungan warga sipil, hak asasi manusia, serta stabilitas regional. Komisaris Hak Asasi Manusia PBB sebelumnya juga telah menyoroti dampak destruktif dari eskalasi perang antara negara-negara di kawasan, termasuk korban sipil dan kerusakan infrastruktur, yang dipicu oleh konflik bersenjata antara pihak terkait seperti Israel dan Iran.