“Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi awal terpisah. Di sekitarnya ada dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya,” ujar Arie.
Ia menambahkan, korban ditemukan dengan pakaian tidak lengkap. Syafiq sempat melepaskan celana hingga sebatas lutut, serta sepatu dan kaus kaki—kondisi yang umum terjadi pada penderita hipotermia berat.
Berdasarkan kondisi jasad, tim memperkirakan korban meninggal empat hingga lima hari sebelum ditemukan.
Evakuasi Terkendala Medan dan Cuaca
Proses evakuasi jenazah Syafiq Ali diperkirakan memakan waktu panjang, mencapai 10 hingga 15 jam, mengingat medan ekstrem dan cuaca yang cepat berubah.
Hingga Rabu sore, tim SAR baru berhasil mengangkat jenazah sekitar 100 meter dari titik penemuan. Namun, evakuasi terpaksa dihentikan sementara akibat cuaca buruk dan akan dilanjutkan keesokan harinya.
“Iya benar, evakuasi dilanjutkan besok karena cuaca tidak memungkinkan,” kata Sutrisno.
Akan Dimakamkan di Magelang
Sementara itu, suasana duka menyelimuti rumah keluarga Syafiq Ali di Perum Depkes, Kota Magelang. Tenda dan kursi pelayat telah disiapkan sejak Rabu.
Kabag Prokompim Setda Kota Magelang, Tri Winarno, menyampaikan bahwa jenazah akan dimakamkan di TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kota Magelang, menyesuaikan dengan lokasi makam keluarga besar.
“Dipilih Sidotopo agar lebih dekat dengan makam keluarga,” jelas Tri.
Kisah Syafiq Ali menjadi pengingat pahit tentang risiko pendakian gunung, terutama di musim cuaca ekstrem. Di balik keindahan alam, selalu ada ancaman yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan peralatan yang matang.
Link Video Kronologi Penemuan jasad Syafiq Ali
Link Video Penemuan jasad Syafiq Ali