finnews.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus mengakselerasi optimalisasi kantor digital Baznas di seluruh Indonesia sebagai strategi utama meningkatkan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) menjelang bulan suci Ramadhan.
Langkah ini dinilai krusial seiring meningkatnya aktivitas digital masyarakat serta besarnya potensi zakat nasional yang belum tergarap maksimal. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang digelar Baznas RI di Jakarta, Selasa (13/1).
Pimpinan Baznas RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Nadratuzzaman Hosen, mengungkapkan bahwa hingga saat ini Baznas telah membangun 415 kantor digital yang tersebar di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
“Kantor digital yang sudah dibangun harus dihidupkan dan dimanfaatkan secara maksimal. Manfaatnya sangat besar, khususnya dalam meningkatkan penghimpunan zakat. Akan sangat disayangkan jika fasilitas ini tidak digunakan secara optimal,” ujar Nadratuzzaman.
Baru 30 Persen Kantor Digital Baznas yang Aktif
Meski jumlah kantor digital terus bertambah, Baznas RI mencatat baru sekitar 30 persen kantor digital yang aktif dan dikelola secara optimal. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya capaian penghimpunan ZIS di sejumlah daerah.
Menurut Nadratuzzaman, kantor digital memiliki peran penting sebagai pintu utama interaksi Baznas dengan masyarakat di ruang digital.
“Jika kantor digital aktif, masyarakat akan lebih mudah mengenal Baznas. Dari situ, kepercayaan tumbuh dan keinginan untuk menunaikan zakat melalui Baznas akan meningkat,” jelasnya.
Ia menambahkan, optimalisasi kantor digital tidak hanya memudahkan muzaki dalam berzakat, tetapi juga memastikan mustahik menerima manfaat zakat secara lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Potensi Zakat Masyarakat Umum Masih Sangat Besar
Nadratuzzaman juga menyoroti masih tingginya ketergantungan penghimpunan zakat dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Padahal, potensi zakat dari masyarakat umum dan sektor non-ASN dinilai sangat besar.
“Potensi zakat di luar ASN masih luas. Tantangannya adalah membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat terhadap Baznas sebagai lembaga resmi negara. Media dan platform digital menjadi kunci utama untuk menjawab tantangan tersebut,” ungkapnya.
Kantor Digital, Wajah Baznas di Ruang Publik Digital
Sementara itu, Kepala Humas Baznas RI, Yudhiarma, menegaskan bahwa kantor digital merupakan representasi atau wajah Baznas di ruang publik digital. Kualitas pengelolaannya sangat menentukan citra, kredibilitas, dan tingkat kepercayaan publik.
Menurutnya, keberhasilan penghimpunan ZIS sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti strategi komunikasi digital yang efektif, kemudahan layanan donasi online, kepuasan donatur, serta pengelolaan data yang akurat dan transparan.
“Melalui kantor digital, masyarakat bisa melihat langsung kinerja dan dampak program Baznas. Transparansi inilah yang menjadi kunci utama untuk meningkatkan kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam berzakat,” pungkas Yudhiarma.