“Percayalah bahwa pemimpin-pemimpinmu, bahwa presidenmu tidak akan pernah meninggalkan kalian. Kita akan bersama,” tutur Prabowo yang disambut haru oleh warga. Beliau menegaskan bahwa seluruh jajaran menteri dalam Kabinet Merah Putih mendapatkan tugas khusus untuk terus memantau setiap perkembangan di wilayah-wilayah yang terdampak bencana secara bergantian.

Presiden memastikan bahwa pemerintah mengerahkan segala kekuatan yang ada untuk membantu rakyat mengatasi kesulitan hidup. Baginya, tugas utama pemerintah Republik Indonesia adalah menjadi pelayan bagi rakyatnya sendiri, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam masa-masa sulit akibat bencana alam.

Menteri Kabinet Merah Putih Turun Gunung Pantau Daerah

Untuk membuktikan komitmen tersebut, sejumlah pejabat tinggi turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja di Sumatera Utara. Terlihat sosok Menteri Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Tak ketinggalan, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution juga hadir dalam pertemuan tersebut.

Prabowo menjelaskan bahwa para menteri ini memiliki instruksi untuk berpencar ke berbagai daerah. Tujuannya jelas: memeriksa, mengecek, dan memastikan penanganan dampak bencana berjalan sesuai rencana. Beliau ingin memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil menteri-menterinya benar-benar berdampak positif bagi perbaikan ekonomi rakyat dan penambahan lapangan kerja di daerah.

Misi Besar Memperbaiki Kehidupan Masyarakat

Menutup pernyataannya, Prabowo kembali menekankan bahwa alasan keberadaan pemerintah adalah untuk bekerja demi rakyat. Beliau merasa memikul tanggung jawab besar karena dipilih langsung oleh masyarakat. Oleh karena itu, momen pergantian tahun menjadi ajang pembuktian bahwa kesejahteraan rakyat adalah fokus tunggal dari strategi nasional.

“Kami dipilih oleh rakyat untuk bekerja bagi rakyat. Karena itulah, saya memutuskan di pergantian tahun ini saya harus bersama rakyat kita yang dalam kesulitan,” pungkasnya. Komitmen ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkeadilan di tahun 2026. – Anisha Aprilia/Disway