Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengumumkan rencana penerbitan Peraturan Gubernur tentang Belajar Masyarakat, yang akan mewajibkan alokasi waktu khusus bagi pelajar PAUD hingga mahasiswa untuk membaca atau berdiskusi bersama keluarga.
“Kita ingin ada minimal satu setengah jam setiap hari kecuali Sabtu di mana anak dan keluarga duduk bersama untuk membaca atau berdialog,” jelasnya.
Dengan dikukuhkannya Bunda Literasi yang baru dan dimulainya Festival Literasi NTT 2025, pemerintah berharap gerakan membaca dapat semakin kuat dan menjadi budaya masyarakat Nusa Tenggara Timur.