Home Tekno Mengapa Australia Melarang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun?
Tekno

Mengapa Australia Melarang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun?

Bagikan
Australia Larang Media Sosial, Image: Gerat / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Larangan medsos Australia menjadi sorotan dunia karena keputusan ini menandai pertama kalinya sebuah negara melarang total akses media sosial bagi anak di bawah 16 tahun.

Kebijakan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari kekhawatiran panjang tentang keselamatan digital, kesehatan mental remaja, dan minimnya langkah nyata perusahaan teknologi untuk melindungi pengguna muda.

Karena itu, kebijakan ini segera memicu debat global tentang batas wajar penggunaan teknologi dan tanggung jawab industri digital.

Perubahan Cara Pandang terhadap Media Sosial

Pada era awal media sosial, banyak pemimpin teknologi percaya platform tersebut akan meningkatkan pendidikan, membuka ruang dialog publik, dan memperkuat hubungan sosial.

Mantan pimpinan Facebook Australia, Stephen Scheeler, mengakui bahwa optimisme itu sangat kuat. Namun seiring berkembangnya platform, berbagai masalah mulai muncul. Ia menilai bahwa walaupun ada manfaatnya, ada terlalu banyak sisi buruk yang tidak bisa lagi diabaikan.

Pandangan ini menjadi salah satu landasan mengapa larangan medsos Australia dianggap perlu. Banyak whistleblower dari berbagai perusahaan teknologi mengungkap bagaimana fitur tertentu justru memperbesar risiko bagi remaja, termasuk paparan konten ekstrem, tekanan sosial, hingga potensi eksploitasi.

Tingginya Risiko bagi Kesehatan Mental Remaja

Berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang intens dapat meningkatkan kecemasan, depresi, rasa tidak aman terhadap tubuh, serta gangguan tidur pada remaja.

Platform digital juga dirancang untuk memicu keterikatan yang bisa mengarah pada kecanduan. Di usia perkembangan, hal ini memperburuk kondisi emosional mereka.

Larangan medsos Australia lahir dari data-data tersebut. Pemerintah menilai remaja membutuhkan ruang aman di dunia digital, terutama ketika banyak fitur keamanan yang digemborkan perusahaan teknologi ternyata tidak efektif. Laporan terbaru menunjukkan sebagian besar alat proteksi yang ditujukan bagi pengguna muda gagal menyaring risiko secara optimal.

Bagikan
Artikel Terkait
CUAN GILA! YouTube 2026 Izinkan 'KLONING' Diri Sendiri Pakai AI untuk Kejar Dolar
Tekno

CUAN GILA! YouTube 2026 Izinkan ‘KLONING’ Diri Sendiri Pakai AI untuk Kejar Dolar

Finnews.id – YouTube 2026 secara resmi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang...

Tekno

Alasan Redmi Note 15 Pro+ Disebut Mid-Range Kuat dan Lengkap

finnews.id – Xiaomi Redmi Note 15 Pro+ 5G Satellite, 16GB+512GB, 6.83 inch...

Tekno

Peneliti China Ciptakan Robot Bedah Mata Otonom, Operasi Retina jadi Lebih Aman

finnews.id – Perkembangan teknologi medis kembali mencetak terobosan. Peneliti asal China berhasil...

Tekno

Infinix Note Edge Resmi Meluncur di Indonesia: HP Super Tipis dengan Baterai Monster, Harga Terjangkau

finnews.id – Pasar smartphone Indonesia kembali diramaikan oleh kejutan besar. Infinix resmi...