Finnews.id – Bencana banjir bandang yang menerjang sedikitnya tujuh kabupaten di Sumatera Utara (Sumut) memicu skandal lingkungan yang menarik perhatian publik. Setelah beredarnya video yang menampilkan ribuan kayu gelondongan hanyut bersama arus deras di media sosial, dugaan praktik pembalakan liar (illegal logging) di wilayah hulu kini menjadi sorotan utama.
Kayu-kayu tersebut terlihat jelas terbawa arus banjir di Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, hingga Sibolga.
Temuan ini memicu kritik keras dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara. WALHI secara terbuka menuding faktor pendukung besarnya bencana ekstrem ini bukan hanya perubahan iklim semata, melainkan adanya praktik illegal logging yang masif dan berkurangnya fungsi hidrologis di areal tangkapan air Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru.
Tudingan Langsung WALHI Kepada Tujuh Korporasi
WALHI Sumut tidak hanya menuding pembalakan liar, tetapi juga secara spesifik menyoroti kehadiran sejumlah korporasi besar yang beroperasi di sekitar lanskap Batang Toru.
Organisasi lingkungan ini mendesak pemerintah untuk segera memeriksa seluruh izin dari entitas bisnis yang dianggap merusak lingkungan tersebut.
Korporasi yang disebut WALHI berdiri megah di sekitar lanskap Batang Toru dan disinyalir memperparah bencana antara lain:
Tambang emas PT Agincourt Resources (Martabe) di Tapanuli Selatan.
PLTA North Sumatera Hydro Energy di Tapanuli Selatan.
PLTMH Pahae Julu.
Geothermal PT SOL di Tapanuli Utara.
PKR PT Toba Pulp Lestari di Tapanuli Utara.
Perkebunan Sawit PT Sago Nauli di Tapanuli Tengah.
Perkebunan Sawit PTPN III Batang Toru di Tapanuli Selatan.
“Ini bukan hanya sekedar perubahan iklim dan intensitas hujan tinggi. Tetapi faktor pendukung besarnya yaitu illegal logging yang cukup masif,” tegas WALHI Sumut memalui akun IG-nya, Jumat 28 November 2025.
Gubernur Bobby Nasution Prioritaskan Evakuasi dan Logistik
Menanggapi isu ribuan gelondongan kayu yang viral, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution memberikan tanggapan yang terukur. Saat ditanya wartawan mengenai dugaan illegal logging yang diangkat publik, Bobby mengaku akan meninjau masalah tersebut setelah situasi darurat bencana terkendali.
“Ya nanti kita lihat ya (soal banyaknya gelondongan kayu),” kata Bobby Nasution di Lanud Soewondo Medan, Kamis 27 November 2025.
Bobby menegaskan bahwa saat ini, fokus utama Pemerintah Provinsi Sumut adalah penanganan darurat dan keselamatan warga. Upaya penyelamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas utama bagi ribuan warga yang terdampak, termasuk puluhan ribu warga yang terpaksa mengungsi.
“Yang pasti untuk saat ini kita fokusnya untuk evakuasi warga dan juga mempercepat logistik untuk kebutuhan warga, baik kebutuhan makan, kebutuhan hari-hari seperti anak bayi butuh pampers,” ujarnya.
Pernyataan Gubsu menunjukkan Pemprov saat ini memprioritaskan upaya penyelamatan di tengah bencana yang telah mengakibatkan setidaknya 48 korban jiwa, 88 orang hilang, ribuan rumah porak poranda, serta ribuan hektar lahan pertanian hancur.
Penyelidikan mendalam mengenai asal-usul ribuan gelondongan kayu dan tudingan WALHI kemungkinan akan dilakukan setelah status tanggap darurat bencana berakhir.
- banjir bandang
- Banjir Bandang Batang Toru
- Batang Toru
- Dugaan Pembalakan Liar Penyebab Banjir Sumut
- Gubernur Bobby Nasution
- Headline
- illegal logging
- Illegal Logging Sumut
- Korporasi
- Peran Korporasi Tambang PLTA Perkebunan Sawit Bencana Sumut
- PLTA
- Ribuan Kayu Gelondongan di Tapanuli Selatan Tapanuli Tengah
- Tambang Emas
- Tanggapan Gubernur Bobby
- Tapanuli Selatan
- WALHI Sumut
- WALHI Tuding Korporasi