Prosesi kemudian ditutup dengan kirab internal, simbol penghormatan kepada raja baru sekaligus pernyataan bahwa keraton siap memasuki masa kepemimpinan berikutnya.
Meski PB XIV telah mengucapkan Sabda Raja, realitas di Keraton Surakarta masih dipenuhi ketidakpastian. Sejak wafatnya Paku Buwono XIII, muncul dua deklarasi raja yang berbeda.
KGPH Purbaya—yang kini menggunakan gelar PB XIV—sebenarnya telah ditetapkan sebagai putra mahkota tahun 2022, dengan gelar KGPAA Hamangkunagara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram VI.
Namun, situasi berubah seketika setelah upacara pemakaman PB XIII. Tidak lama setelah Purboyo menyatakan diri sebagai PB XIV, adik PB XIII lainnya, KGPH Mangkubumi, juga mengumumkan dirinya sebagai raja baru dengan gelar yang sama, PB XIV.
Deklarasi ini dilakukan di hadapan sebagian anggota keluarga keraton, memunculkan dualisme kekuasaan secara terang-terangan.