Home Internasional Pertemuan Bersejarah Suriah-AS: Trump Puji Ahmed al-Sharaa ‘Tough Guy’ dan Hapus dari Daftar Terorisme
Internasional

Pertemuan Bersejarah Suriah-AS: Trump Puji Ahmed al-Sharaa ‘Tough Guy’ dan Hapus dari Daftar Terorisme

Bagikan
Trump Puji Presiden Suriah 'Tough Guy'
Pertemuan bersejarah Donald Trump dan Ahmed al-Sharaa. Trump puji 'Tough Guy', keduanya bahas pencabutan sanksi Caesar Act dan aliansi anti-ISIS.Foto:wikipedia.org
Bagikan

Kunjungan Perdana Kepala Negara Suriah Sejak 1946, Washington Hapus Al-Sharaa dari Daftar Terorisme Sebelum Kedatangan

Finnews.id – Hubungan antara Amerika Serikat dan Suriah telah memasuki fase baru yang dramatis dan bersejarah. Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih pada Senin, 10 November 2025 Waktu setempat, atau Selasa 11 November 2025 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi momen penting, sebab ini adalah kunjungan pertama kali yang dilakukan oleh seorang kepala negara Suriah ke Gedung Putih sejak negara itu meraih kemerdekaan pada tahun 1946.

Pertemuan keduanya menjadi puncak dari keputusan luar biasa Washington, di mana pada Jumat (7 November), AS secara resmi menghapus nama Ahmed al-Sharaa dari daftar hitam terorisme—sebuah langkah strategis yang membuka pintu bagi diplomasi tingkat tinggi ini.

Al-Sharaa yang sebelumnya memimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham, kini didorong oleh AS sebagai pemimpin yang berpotensi membawa stabilitas di kawasan.

Pujian Trump: Tough Guy dan Fokus pada Isu Sanksi

Dalam konferensi pers setelah pertemuan tertutup, Presiden Trump tidak ragu memuji mitra barunya itu.

“Kami memiliki pembicaraan yang hebat. Dia adalah seorang pemimpin yang sangat kuat,” kata Trump. “Dia adalah seorang tough guy,” tambahnya, merujuk pada ketangguhan Al-Sharaa dalam memimpin Suriah.

Namun, inti dari pertemuan diplomatik ini adalah isu-isu geopolitik yang jauh lebih mendalam daripada sekadar pujian. Tujuan utama kunjungan Al-Sharaa adalah membahas pengakhiran isolasi Suriah dan memperjuangkan pencabutan sanksi ekonomi AS.

Isu Krusial: Nasib Sanksi Caesar Act

Diskusi utama difokuskan pada potensi pencabutan Sanksi Caesar Act yang sangat keras. Sanksi ini diberlakukan AS untuk menekan rezim sebelumnya, namun kini dinilai menghambat upaya rekonstruksi Suriah yang luluh lantak setelah lebih dari satu dekade perang saudara.

Isu-isu kunci yang dibahas kedua pemimpin meliputi:

Rekonstruksi Suriah: Menentukan mekanisme AS dalam membantu pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur Suriah.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Internasional

Apple Setuju Bayar Ganti Rugi US$250 Juta untuk Klaim Siri yang Didukung AI

finnews.id – Klaim kecerdasan buatan (AI) pada asisten suara Siri berujung pada...

Internasional

Pesawat Tanker AS Boeing KC-135 Hilang Kontak di Teluk Persia Usai Kirim Sinyal Darurat

finnews.id – Sebuah pesawat pengisian bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat,...

Internasional

Thailand Kucurkan Pinjaman US$12,2 Miliar: Upaya Selamatkan Ekonomi dari Badai Timur Tengah

finnews.id – Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui paket pinjaman darurat...

Internasional

Musk Bayar Denda US$1,5 Juta, Akhiri Drama Gugatan Saham Twitter

finnews.id – Elon Musk akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS untuk mengakhiri...