Kunjungan Perdana Kepala Negara Suriah Sejak 1946, Washington Hapus Al-Sharaa dari Daftar Terorisme Sebelum Kedatangan

Finnews.id – Hubungan antara Amerika Serikat dan Suriah telah memasuki fase baru yang dramatis dan bersejarah. Presiden AS Donald Trump bertemu dengan Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa di Gedung Putih pada Senin, 10 November 2025 Waktu setempat, atau Selasa 11 November 2025 WIB.

Peristiwa tersebut menjadi momen penting, sebab ini adalah kunjungan pertama kali yang dilakukan oleh seorang kepala negara Suriah ke Gedung Putih sejak negara itu meraih kemerdekaan pada tahun 1946.

Pertemuan keduanya menjadi puncak dari keputusan luar biasa Washington, di mana pada Jumat (7 November), AS secara resmi menghapus nama Ahmed al-Sharaa dari daftar hitam terorisme—sebuah langkah strategis yang membuka pintu bagi diplomasi tingkat tinggi ini.

Al-Sharaa yang sebelumnya memimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham, kini didorong oleh AS sebagai pemimpin yang berpotensi membawa stabilitas di kawasan.

Pujian Trump: Tough Guy dan Fokus pada Isu Sanksi

Dalam konferensi pers setelah pertemuan tertutup, Presiden Trump tidak ragu memuji mitra barunya itu.

“Kami memiliki pembicaraan yang hebat. Dia adalah seorang pemimpin yang sangat kuat,” kata Trump. “Dia adalah seorang tough guy,” tambahnya, merujuk pada ketangguhan Al-Sharaa dalam memimpin Suriah.

Namun, inti dari pertemuan diplomatik ini adalah isu-isu geopolitik yang jauh lebih mendalam daripada sekadar pujian. Tujuan utama kunjungan Al-Sharaa adalah membahas pengakhiran isolasi Suriah dan memperjuangkan pencabutan sanksi ekonomi AS.

Isu Krusial: Nasib Sanksi Caesar Act

Diskusi utama difokuskan pada potensi pencabutan Sanksi Caesar Act yang sangat keras. Sanksi ini diberlakukan AS untuk menekan rezim sebelumnya, namun kini dinilai menghambat upaya rekonstruksi Suriah yang luluh lantak setelah lebih dari satu dekade perang saudara.

Isu-isu kunci yang dibahas kedua pemimpin meliputi:

Rekonstruksi Suriah: Menentukan mekanisme AS dalam membantu pemulihan dan pembangunan kembali infrastruktur Suriah.