Identitas Disengketakan: Kritik di media sosial terbelah. Di satu sisi, foto-foto itu digunakan untuk menunjukkan masa lalu al-Sharaa yang tidak layak dihormati. Di sisi lain, muncul narasi balasan seperti “don’t lying its no him” (Jangan berbohong, itu bukan dia).

Pembersihan Citra: Perang narasi ini merupakan bagian dari upaya intensif Hayat Tahrir al-Sham (HTS) untuk membersihkan citra Al-Sharaa di mata internasional. HTS secara konsisten membantah keterlibatan langsung pemimpin mereka dalam tindakan kekejaman yang paling brutal, berupaya menunjukkan Al-Sharaa yang baru sebagai pemimpin sipil yang moderat.

Kehadiran Al-Sharaa di Gedung Putih adalah gambaran nyata dari konflik etika antara realpolitik (politik praktis) AS yang ingin menstabilkan Timur Tengah dan sentimen publik global yang menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan masa lalu.