Home Hukum & Kriminal WHOOSH TERBELIT KORUPSI: Dirut KAI Pastikan KCIC Siap Kooperatif, Suplai Data dan Kesaksian ke KPK
Hukum & Kriminal

WHOOSH TERBELIT KORUPSI: Dirut KAI Pastikan KCIC Siap Kooperatif, Suplai Data dan Kesaksian ke KPK

Bagikan
KCIC Kooperatif KPK
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menegaskan PT KCIC sepenuhnya mendukung penyelidikan dugaan mark-up proyek Whoosh oleh KPK, siap memberikan data dan kesaksian.Foto:ANT
Bagikan

KPK meyakini bahwa setiap informasi, data, dan keterangan yang diberikan akan membantu proses penyelidikan ini hingga tuntas.

Dugaan mark-up ini merupakan isu krusial, mengingat proyek KCJB mengalami lonjakan biaya atau cost overrun yang masif, dari estimasi awal menjadi nilai yang jauh lebih tinggi.

Dugaan korupsi ini bisa menjerat pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengadaan barang dan jasa dengan harga di atas nilai wajar, merugikan keuangan negara secara signifikan.

Whoosh Menghadapi Dua Masalah Besar: Korupsi dan Utang

Di tengah penyelidikan dugaan korupsi ini, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin turut menyinggung masalah finansial proyek Whoosh yang juga menjadi sorotan. Bobby mengungkapkan bahwa utang proyek kereta cepat yang membebani KAI dan KCIC saat ini sedang dicarikan solusi terbaik.

KAI telah berkoordinasi dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai holding KAI untuk mencari cara merestrukturisasi utang KCJB.

“Kami sudah koordinasi dengan Danantara, sebagai holding dari KAI. Lagi dibicarakan antara Danantara dengan pemerintah juga tentunya,” jelas Bobby.

Langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas finansial KCIC dan kelangsungan operasional Whoosh.

Meskipun Bobby mengaku pertemuannya dengan Presiden Prabowo pada Senin 3 November 2025 tidak secara spesifik membahas kereta cepat, ia menyebut Presiden Prabowo menyinggung sedikit mengenai persoalan ini.

Presiden Prabowo mengisyaratkan bahwa topik utang kereta cepat akan segera dibicarakan lebih lanjut dalam waktu dekat. Hal ini mengindikasikan bahwa masalah utang Whoosh tetap menjadi perhatian penting bagi pemerintah.

Dengan adanya pernyataan kesiapan KAI untuk membuka data sepenuhnya kepada KPK dan komitmen untuk menyelesaikan isu utang, publik dapat mengharapkan adanya transparansi dan akuntabilitas penuh terhadap salah satu proyek infrastruktur terbesar di Indonesia ini.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Bahar bin Smith tersangka penganiayaan Banser
Hukum & Kriminal

Bahar bin Smith Kembali Jadi Tersangka! Diduga Aniaya Anggota Banser, Terancam Pasal Berlapis

“Proses hukum akan berjalan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan perundang-undangan yang...

Hukum & Kriminal

Riza Chalid Resmi Jadi Buron Internasional, Interpol Terbitkan Red Notice

Dengan terbitnya red notice ini, ruang gerak Mohammad Riza Chalid semakin sempit,...

Skandal 'Uang Pelicin' Rp300 Juta Polsek Cempaka Putih! Yusril Ihza Mahendra Siap Sikat Oknum Nakal Kasus Ammar Zoni
Hukum & Kriminal

Skandal ‘Uang Pelicin’ Rp300 Juta Polsek Cempaka Putih! Yusril Ihza Mahendra Siap Sikat Oknum Nakal Kasus Ammar Zoni

Karena Ammar menolak mentah-mentah rekayasa tersebut, tekanan beralih menjadi permintaan materi. Berdasarkan...

Gugatan Adly Fairuz Akpol
Hukum & Kriminal

Terseret Gugatan Akpol Senilai Rp 5 Miliar, Adly Fairuz Pilih Fokus Kerja dan Janji Kooperatif

Nama Adly Fairuz sendiri mulai mencuat ke permukaan saat proses hukum memasuki...