Home Internasional Hektoria Glacier Mundur 8 Km dalam Dua Bulan, Pertanda Antartika Mulai Mencair?
Internasional

Hektoria Glacier Mundur 8 Km dalam Dua Bulan, Pertanda Antartika Mulai Mencair?

Bagikan
Hectoria Glacier
Hectoria Glacier, Image: Papafox / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Fenomena pergerakan cepat Hektoria Glacier di Antartika sedang jadi sorotan dunia sains. Dalam waktu hanya dua bulan pada akhir 2022, gletser ini mundur sejauh delapan kilometer. Skala perubahan ini mengejutkan para peneliti dan menimbulkan pertanyaan besar: apakah Antartika sedang kehilangan es lebih cepat dari yang pernah diperkirakan?

Misteri di Balik Mundurnya Hektoria Glacier

Hektoria Glacier, yang terletak di Semenanjung Antartika, sempat stabil selama bertahun-tahun setelah runtuhnya lapisan es Larsen B pada 2002. Namun, pada awal 2022, lapisan es laut yang membantu menahan tekanan gletser tiba-tiba pecah. Dalam waktu singkat, bongkahan besar es mulai terlepas dan hanyut ke laut.

Penelitian yang diterbitkan di Nature Geoscience menunjukkan bahwa mundurnya Hektoria Glacier bukan hanya karena es laut retak. Para peneliti menemukan indikasi bahwa bagian depan gletser itu sempat “menyentuh dasar laut”, bukan mengapung seperti rak es pada umumnya. Ketika tekanan air laut di bawahnya meningkat, bagian depan gletser terangkat dan pecah secara cepat, menyebabkan kemunduran yang luar biasa.

Naomi Ochwat dari University of Innsbruck menyebut fenomena ini mungkin menjadi contoh pertama dari proses “destabilisasi cepat” pada gletser yang masih menempel di dasar laut. “Biasanya gletser tidak mundur secepat ini,” ujarnya, menekankan betapa tidak lazimnya peristiwa tersebut di era modern.

Efek Domino dari Kutub Selatan

Peristiwa di Hektoria Glacier dianggap sebagai peringatan dini bagi kawasan lain di Antartika. Jika mekanisme serupa terjadi pada gletser besar seperti Thwaites Glacier—yang dikenal sebagai doomsday glacier—dampaknya bisa jauh lebih luas. Thwaites menyimpan cukup banyak es untuk menaikkan permukaan laut global hingga 65 sentimeter jika seluruhnya runtuh ke laut.

Proses cepat ini menunjukkan betapa rapuhnya keseimbangan sistem es di kutub selatan. Begitu lapisan penahan di laut hilang, kecepatan aliran es meningkat dan mempercepat kehilangan massa gletser. Walau tidak “mencair” dalam arti leleh karena suhu tinggi, perubahan ini tetap menjadi bukti kuat bahwa pemanasan global memengaruhi kestabilan lapisan es Antartika.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Thailand Kucurkan Pinjaman US$12,2 Miliar: Upaya Selamatkan Ekonomi dari Badai Timur Tengah

finnews.id – Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui paket pinjaman darurat...

Internasional

Musk Bayar Denda US$1,5 Juta, Akhiri Drama Gugatan Saham Twitter

finnews.id – Elon Musk akhirnya mencapai kesepakatan dengan pemerintah AS untuk mengakhiri...

Internasional

Tantang UPS dan FedEx, Amazon Buka Layanan Rantai Pasok untuk Bisnis Lain

finnews.id – Amazon mengambil langkah besar yang berpotensi mengubah peta industri pengiriman...

Internasional

Terbang Makin Nyaman !! Singapore Airlines Gunakan Starlink untuk Wi-Fi Pesawat

finnews.id – Maskapai penerbangan Singapore Airlines, umumkan rencana menghadirkan layanan internet berkecepatan...