Reuters menulis, mundurnya Sri Mulyani yang selama ini dipandang berhati-hati dalam mengelola ekonomi saat krisis terjadi kurang dari setahun sejak Prabowo menjabat. Pengumuman itu disampaikan sebelum Prabowo melantik Purbaya sebagai menkeu baru.
Purbaya menegaskan target pertumbuhan ekonomi 8 persen bukan mustahil. “Kami akan menemukan cara untuk segera mendorong perekonomian dan melibatkan sektor swasta maupun pemerintah. Tidak perlu ada pajak baru,” katanya.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, Sri Mulyani tidak mengundurkan diri maupun diberhentikan.
“Presiden, sebagai kepala negara dan pemerintahan, memiliki hak prerogatif. Setelah beberapa evaluasi, beliau memutuskan melakukan perubahan formasi,” ujarnya.
Media asing Bloomberg turut menyoroti pergantian mendadak ini. Media tersebut menilai langkah Prabowo berisiko memicu gejolak baru di pasar, terutama di tengah protes keras terhadap pemerintah dalam beberapa pekan terakhir.
Purbaya, yang sejak 2020 menjabat Kepala Lembaga Penjamin Simpanan, dilantik secara tergesa-gesa pada Senin malam.
Ia menyebut dirinya sebagai “orang pasar” yang berkomitmen menjaga kesehatan fiskal Indonesia.