Kemudian mengutip dari buku ‘Wariga dan Primbon: Memahami Pertanda Kehidupan’ karya Miswanto bahwa burung gagak kerap menunjukkan perilaku yang aneh di sekitar gagak lainnya yang telah mati. Mereka cenderung memberitahu burung gagak yang lain tentang kematian tersebut.
Meskipun begitu, bukan berarti burung gagak tengah merasa berduka. Sebaliknya mereka mengelilingi jasad burung gagak yang telah mati untuk mencari tahu adanya kemungkinan ancaman, sehingga saat menemukan hal yang tidak beres mereka segera pergi untuk menghindarinya.
Sementara itu, menurut buku ‘Kitab Primbon Jawa Serbaguna’ oleh R Gunasasmita, gagak kerap dihubungkan dengan hal-hal yang negatif, sehingga kerap membuat tidak sedikit orang yang merasa khawatir akan kedatangannya. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar dikarenakan terdapat sejumlah mitos tentang burung gagak yang justru bermakna baik.
Alih-alih menandakan kematian, saat ada burung gagak yang hinggap maupun berkicau di atas rumah seseorang, maka pemilik rumah tersebut akan mendapatkan hal-hal baik. Ada kemungkinan orang yang akan datang untuk menolong permasalahan hidup pemilik rumah tersebut.
Oleh karena itu, sebagian masyarakat yang mempercayai hal tersebut biasanya mengisi waktunya dengan memberikan sedekah kepada fakir miskin agar pertolongan yang dimaksudkan bisa segera datang.
Merujuk dari penjelasan yang telah dipaparkan sebelumnya, mitos seputar burung gagak dapat dikembalikan kepada kepercayaan seseorang maupun budaya yang berkembang di suatu wilayah tertentu.
Kisah Burung Gagak Menurut Islam
Lantas bagaimana kehadiran burung gagak menurut Islam? Jaka Perdana Putra dalam bukunya ’99 Fakta Unik dan Ajaib Dalam Islam’ menjelaskan tentang kisah burung gagak dalam sejarah Islam. Dikatakan bahwa gagak merupakan binatang pertama yang menyaksikan pembunuhan pertama yang terjadi di dunia. Peristiwa tersebut terjadi saat Qabil dan Habil yang merupakan putra dari Nabi Adam AS.
Dikisahkan karena sebuah alasan, Qabil membunuh saudaranya sendiri yaitu Habil. Setelah melakukan aksinya, Qabil merasa bingung untuk mengurus jasad saudaranya tersebut. Peristiwa tersebut membuat Allah SWT memberikan pelajaran melalui burung gagak yang menggali-gali tanah dan menguburkan burung lainnya yang telah mati.