finnews.id – Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang kerap mengaitkan kehadiran burung gagak dengan hal-hal tertentu, salah satunya sebagai pertanda kematian seseorang. Namun, apakah benar burung gagak pertanda kematian?
Mengutip dari laman Britannica, gagak merupakan jenis burung dengan ciri-ciri berwarna hitam mengkilap yang dapat dijumpai pada sebagian besar belahan dunia. Biasanya gagak mencari makanan dengan berjalan di atas tanah.
Meskipun gagak termasuk hewan omnivora atau pemakan segala, tetapi sifat alamiahnya kerap memangsa hewan yang lebih lemah dari dirinya. Selain itu, burung gagak juga kerap tidak disukai oleh para petani karena kerap memakan hasil panen.
Tak sampai di situ, di sebagian wilayah Indonesia maupun berbagai belahan dunia ada kepercayaan yang berkembang di kalangan masyarakat bahwa burung gagak dapat menjadi pertanda kematian seseorang. Benarkah demikian? Sebagai cara mengetahui jawabannya, simak penjelasannya berikut ini.
Benarkah Burung Gagak Pertanda Kematian?
Perihal kaitan burung gagak dengan kematian, disampaikan dalam jurnal ‘Perilaku Burung Gagak (Corvus sp.) dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains’ karya Fila Delfiah dan Syarif Hidayat Amrullah, bahwa burung gagak erat kaitannya dengan mitos-mitos yang berkembang di Indonesia maupun berbagai negara lainnya.
Ada sebuah kepercayaan yang berkembang di masyarakat bahwa apabila burung gagak terbang berputar-putar di atas rumah seseorang, maka membawa pertanda akan adanya kematian. Tak sampai di situ, muncul juga sebuah mitos yang menyebut saat ada gagak yang menyalak atau berisik, maka menandakan dirinya tengah menunjukkan kemampuan dalam mengenali orang yang sedang sekarat.
Meskipun begitu, gagak di sejumlah negara justru dikaitkan dengan hal yang lain. Misalnya saja di Inggris yang menganggap burung gagak sebagai perusak tanaman gandum yang ditanam oleh para petani. Lalu ada juga kepercayaan lain terkait burung gagak di wilayah Asia Timur bahwa burung tersebut justru mampu membawa keberuntungan bagi siapa saja.