finnews.id – Persaingan internal di Mercedes mulai memanas pada awal musim Formula 1 2026. Nama George Russell yang sebelumnya diprediksi menjadi pemimpin utama tim kini justru berada dalam tekanan setelah performa luar biasa rekan setim mudanya, Andrea Kimi Antonelli.
Pembalap muda asal Italia itu sukses mencuri perhatian usai memenangkan tiga dari empat balapan pembuka musim. Bahkan, Antonelli kini memimpin klasemen sementara dan unggul 20 poin atas Russell. Situasi tersebut membuat banyak pengamat mulai menilai keseimbangan kekuatan di Mercedes perlahan berubah.
Martin Brundle Soroti Tekanan Mental Russell
Mantan pembalap F1 sekaligus pundit Sky Sports, Martin Brundle, menilai GP Kanada akan menjadi momen penting bagi Russell untuk menghentikan momentum Antonelli.
Menurut Brundle, Russell sebenarnya tidak berada dalam situasi kritis secara matematis karena musim masih sangat panjang. Namun, ia menegaskan bahwa aspek psikologis jauh lebih penting dalam duel internal seperti ini.
Brundle menilai Russell harus segera merebut kembali kepercayaan diri dan menunjukkan bahwa dirinya masih mampu menjadi pemimpin utama Mercedes. Jika Antonelli terus mendominasi, tekanan mental terhadap Russell bisa semakin besar dari balapan ke balapan.
“George perlu menghentikan Antonelli dan mengambil kembali beberapa poin. Ini lebih soal psikologis dibanding hitungan matematika,” ujar Brundle kepada Sky Sports.
Antonelli Tampil Konsisten dan Dewasa
Performa Antonelli musim ini memang dianggap mengejutkan banyak pihak. Di usia yang masih 19 tahun, ia tampil sangat tenang menghadapi tekanan besar Formula 1.
Brundle memuji kecepatan alami serta konsistensi Antonelli yang dinilai sudah berada di level pembalap papan atas. Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah kemampuannya menjaga fokus ketika berada di bawah tekanan saat GP Miami.
Antonelli bahkan mencatat rekor unik dengan menjadi pembalap pertama dalam sejarah F1 yang berhasil mengubah tiga pole position pertamanya menjadi kemenangan.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Antonelli bukan sekadar sensasi sesaat. Ia mulai menunjukkan karakter seorang calon juara dunia.