Finnews.id – LIFESTYLE Mengonsumsi daging memiliki khasiat sebagai protein hewani yang bermanfaat bagi tubuh.
Di kawasan Eropa, mungkin bukan hal yang mengejutkan jika kita jumpai masyarakatnya masih mengonsumsi daging seperti daging sapi, daging ayam atau bahkan daging babi.
Tapi, satu hal yang perlu diingat, di Indonesia meskipun merupakan salah satu negara anggota ASEAN serta didominasi oleh umat muslim, nyatanya cukup banyak penduduk yang masih gemar mengonsumsi daging babi.
Yang mana dikenal “HARAM” bagi umat muslim.
Konsumsi daging babi di kawasan Asia Tenggara ternyata masih cukup tinggi di sejumlah negara.
Vietnam tercatat menjadi negara dengan konsumsi daging babi tertinggi di ASEAN pada 2020.
Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) 2020 yang berhasil dikutip redaksi dari Seasia Stats pada Selasa (19/5/2026), masyarakat Vietnam mengonsumsi sekitar 38,2 kilogram daging babi per orang setiap tahun. Angka ini jauh melampaui negara Asia Tenggara lainnya.
Di posisi kedua ada Singapura dengan konsumsi mencapai 22 kilogram per kapita per tahun. Sementara Myanmar berada di urutan ketiga dengan konsumsi sekitar 20,1 kilogram.
Tingginya konsumsi daging babi di beberapa negara ASEAN menunjukkan daging babi masih menjadi bagian penting dari pola makan dan budaya kuliner masyarakat setempat.
Filipina, Laos, dan Thailand juga mencatat konsumsi dua digit. Filipina mengonsumsi sekitar 14,5 kilogram per orang per tahun, Laos 13,5 kilogram, dan Thailand 13,1 kilogram.
Sementara itu, Timor Leste mencatat konsumsi 11,5 kilogram per kapita. Malaysia berada di angka 7,4 kilogram dan Kamboja 5,9 kilogram per orang per tahun.
Berbeda dengan negara lain di kawasan, Indonesia menjadi negara dengan konsumsi daging babi paling rendah di Asia Tenggara. Konsumsi daging babi di Indonesia hanya sekitar 0,9 kilogram per kapita per tahun.
Rendahnya konsumsi tersebut dipengaruhi oleh besarnya populasi Muslim di Indonesia yang tidak mengonsumsi daging babi. Selain itu, preferensi makanan masyarakat di berbagai daerah Indonesia juga berbeda dibanding sejumlah negara ASEAN lainnya.