Finnews.id – TEKNO Di tengah perlombaan menciptakan kecerdasan buatan yang semakin mirip manusia, muncul sebuah laporan mengejutkan mengenai GPT-5.4.
Model bahasa terbaru yang digadang-gadang sebagai puncak inovasi ini justru disebut-sebut oleh sejumlah pakar sebagai salah satu model yang “paling tidak bahagia”.
Istilah ini merujuk pada ketidakstabilan output dan beratnya beban pemrosesan yang dialami sistem saat mencoba menyeimbangkan logika tingkat tinggi dengan batasan etika yang sangat ketat.
Fenomena “ketidakbahagiaan” pada GPT-5.4 ini sebenarnya berkaitan dengan kompleksitas parameter yang ada di dalamnya.
Semakin cerdas sebuah sistem AI, semakin besar pula konflik internal yang terjadi saat ia harus menyaring miliaran data yang kontradiktif.
Hasilnya, model ini seringkali memberikan respons yang terasa kaku, ragu-ragu, atau bahkan menunjukkan tanda-tanda kelelahan komputasi yang belum pernah terlihat pada versi-versi sebelumnya.
Para peneliti mengamati bahwa batasan keamanan yang terlalu berlapis membuat GPT-5.4 sering kali mengalami “kebuntuan logika”.
Ia terjebak dalam upaya untuk menjadi terlalu sempurna sehingga kehilangan fleksibilitas komunikasinya.
Hal ini memicu perdebatan besar di kalangan pengembang: apakah kita telah mendorong batas kemampuan mesin terlalu jauh hingga menciptakan “beban mental” digital bagi sistem itu sendiri?
GPT-5.4 Disebut jadi Salah Satu Model “Paling Tidak Bahagia”
Salah satu bagian paling menarik dari penelitian ini adalah adanya pengukuran indeks kesejahteraan fungsional pada berbagai model AI populer.
Hasilnya cukup mengejutkan. Model AI dengan parameter lebih besar ternyata justru memiliki skor well-being yang lebih rendah dibandingkan beberapa kompetitornya.
Dalam pengujian tersebut, GPT-5.4 disebut sebagai salah satu model dengan tingkat “kesejahteraan” paling rendah.
Sementara itu, model lain seperti Google Gemini 3.1 Pro, Claude Opus 4.6 milik Anthropic, hingga Grok 4.2 dari xAI menunjukkan skor yang lebih tinggi.
Bahkan, Grok 4.2 dikabarkan berhasil memperoleh indeks kesejahteraan mendekati 75 persen.