Home Internasional Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar, WHO Tegaskan Bukan COVID Baru
Internasional

Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar, WHO Tegaskan Bukan COVID Baru

Bagikan
Hantavirus, Image: DALL·E 3
Bagikan

finnews.id – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO berusaha menenangkan warga Tenerife, Spanyol, setelah kapal pesiar MV Hondius yang mengalami wabah hantavirus dijadwalkan tiba di Pelabuhan Granadilla. Kekhawatiran masyarakat meningkat karena insiden ini mengingatkan banyak orang pada awal pandemi COVID-19 beberapa tahun lalu.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa situasi yang terjadi saat ini tidak dapat disamakan dengan pandemi global sebelumnya. Ia meminta masyarakat tidak panik karena risiko penularan dinilai masih rendah.

“Ini bukan COVID baru,” kata Tedros dalam pesan khusus kepada warga Tenerife. Ia juga menyebut tidak ada penumpang yang saat ini menunjukkan gejala aktif di atas kapal MV Hondius.

Kapal MV Hondius Jadi Sorotan Dunia

MV Hondius menjadi perhatian internasional setelah enam kasus hantavirus terkonfirmasi di antara penumpangnya. Tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam rangkaian perjalanan kapal tersebut sejak berlayar dari Amerika Selatan.

Kasus pertama dilaporkan terjadi pada April lalu ketika kapal melakukan perjalanan ekspedisi melintasi Atlantik Selatan. Salah satu korban diketahui meninggal saat kapal masih berada di laut, sementara korban lainnya meninggal setelah dievakuasi ke Afrika Selatan.

WHO menduga sebagian penumpang terpapar virus saat mengikuti perjalanan pengamatan burung di wilayah Amerika Selatan, termasuk Argentina, Chile, dan Uruguay. Area tersebut diketahui memiliki populasi tikus pembawa virus hantavirus jenis Andes.

WHO Kirim Ahli ke Atas Kapal

WHO menempatkan seorang ahli kesehatan, Dr Freddy Banza-Mutoka, di atas kapal untuk melakukan pemeriksaan medis terhadap seluruh penumpang dan awak kapal. Pemeriksaan dilakukan bersama dua dokter asal Belanda.

Menurut laporan WHO, hingga saat ini belum ditemukan tambahan penumpang yang menunjukkan gejala baru. Pemerintah Spanyol juga memastikan prosedur pengamanan dilakukan secara ketat saat proses evakuasi berlangsung.

Seluruh penumpang diwajibkan mengenakan masker FFP2 saat turun dari kapal. Mereka juga hanya diperbolehkan membawa tas kecil berisi dokumen penting dan barang kebutuhan pribadi.

Setelah turun dari kapal, para penumpang akan langsung dipindahkan menuju pesawat repatriasi yang telah disiapkan untuk mengantar mereka kembali ke negara masing-masing, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Belgia, dan Irlandia.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Pesawat Frontier Airlines Hantam Penyusup di Runway Denver saat Lepas Landas

finnews.id – Insiden mengerikan terjadi di Bandara Internasional Denver, Amerika Serikat, ketika...

Internasional

Harga Avtur Naik, Industri Penerbangan Dunia Mulai Waspada

finnews.id – Kenaikan harga avtur mulai menjadi perhatian baru bagi industri penerbangan...

Internasional

Rusia dan Ukraina Mulai Proses Pertukaran 1.000 Tawanan Perang

finnews.id – Rusia dan Ukraina resmi memulai proses pertukaran 1.000 tawanan perang...

Internasional

Laporan CIA Ungkap Kemampuan Iran Bertahan dari Blokade AS hingga 4 Bulan Lagi!

finnews.id – Upaya diplomatik untuk mengakhiri perselisihan antara Amerika Serikat dan Iran...