Oleh: Dahlan Iskan
Rocky Gerung pamit. Sudah lima tahun RG sering tampil di forum zoom yang disebut ILT –Indonesia Leaders Talk. Tiap Jumat malam.
Awalnya saya heran kok RG begitu aktif di forum miliknya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Ternyata ILT bukan organ PKS. Itu inisiatif pribadi tokoh utama PKS: Mardani Ali Sera. Mardani bersahabat dengan RG –sesama orang UI. Hanya saja RG orang filsafat, Mardani dari fakultas teknik mesin –sebelum melanjutkan kuliah ke Malaysia.
Tapi bukan UI saja yang mempertemukan Mardani dengan RG. Saat ILT dirancang, lima tahun lalu, posisi PKS adalah oposisi. Maka ILT ingin seirama dengan posisi partai. Mardani mencari tokoh yang suaranya juga oposisi. Ketemulah RG.
Tentu ada hal lain yang mempertemukan keduanya: sesama gila membaca buku. Buku serius. Jarang politisi seperti Mardani.
Saya beberapa kali diundang bicara di ILT –sesekali diduetkan dengan RG. Terakhir Jumat malam kemarin: sendirian. Di situ saya tahu: RG pamit. Tidak akan tampil lagi di ILT dalam waktu yang belum ditentukan. Mardani sendiri yang mengumumkan pamitan itu. Dasarnya: WA dari RG sendiri yang dikirim ke Mardani.
Alasan RG: belakangan ia sibuk dan akan semakin sibuk dengan tugas-tugas mengatasi masalah sampah. “Termasuk sampah politik,” ujar RG di dalam WA-nya ke Mardani.
Izinkan saya menafsirkan pamitannya itu: RG kini sibuk di program pemerintah di bidang lingkungan hidup. Sahabat karibnya baru saja dilantik menjadi menteri lingkungan hidup: Jumhur Hidayat. Sangat mungkin Jumhur merayu RG untuk membantunya. Anda sudah tahu: Presiden Prabowo sangat risau dengan persoalan sampah di Indonesia. Di mata Prabowo, sampah terkait dengan tingkat peradaban bangsa.
Penglihatan Prabowo atas sampah bisa saya analogikan dengan kerisauan beliau pada atap seng. Sampai secara spontan Prabowo membuat program gentingisasi. RG tentu punya kegelisahan yang sama di bidang sampah. Seorang pendaki gunung pasti punya doktrin yang kuat sebagai anti-sampah.
Bahwa RG telah lima tahun tampil di acara mingguan merupakan prestasi tersendiri. Apalagi itu bukan kerja yang menghasilkan uang.