finnews.id – Pemerintah memastikan proses seleksi Manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih berjalan transparan, tanpa praktik titip-menitip maupun jalur orang dalam.
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop), Farida Farichah mengatakan, di tengah tingginya antusiasme masyarakat terhadap rekrutmen besar-besaran tersebut.
“Nggak, nggak ada. Seperti yang disampaikan oleh Pak Zulhas dijamin tidak ada titipan,” kata Farida Farichah.
Program rekrutmen ini membuka lebih dari 35 ribu lowongan untuk posisi manajer koperasi dan pegawai Kampung Nelayan Merah Putih.
Pemerintah menegaskan seluruh proses seleksi dilakukan secara resmi dan gratis, tanpa adanya satupun pungutan biaya apa pun.
Menurutnya, pihak yang menawarkan bantuan masuk melalui jalur khusus dipastikan melakukan penipuan.
“Kalaupun kemudian ada masyarakat yang seolah-olah ada titipan dengan membayar sekian, sudah pasti itu adalah penipuan. Sudah pasti itu penipuan,”
Ia juga menambahkan sistem seleksi menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT), sistem yang selama ini dipakai dalam seleksi ASN.
Minat masyarakat terhadap lowongan ini terbilang sangat tinggi, tercatat lebih dari 639 ribu pelamar telah mendaftarkan diri sebagai Manajer Koperasi Desa.
Dari jumlah tersebut, sekitar 483 ribu peserta dinyatakan lolos tahap administrasi dan melanjutkan ke tes kompetensi yang digelar di puluhan titik di seluruh Indonesia.
Seleksi kompetensi berlangsung mulai 3 hingga 12 Mei 2026, menggunakan sistem CAT di 72 lokasi ujian nasional.
Setelah itu, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan tambahan berupa tes kesehatan dan tes mental ideologi sebelum pengumuman akhir pada Juni mendatang.
Menariknya, peserta yang berhasil lolos nantinya akan berstatus pegawai BUMN di bawah PT Agrinas Nusantara dengan skema kontrak kerja selama dua tahun sebelum dialihkan menjadi petugas koperasi.
Pemerintah berharap program Kopdes Merah Putih bisa menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda di berbagai daerah.