finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali bergerak di zona merah pada perdagangan Jumat pagi (8/5/2026). Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah kapal perang Amerika Serikat dan Iran dilaporkan terlibat baku tembak di kawasan Selat Hormuz.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah berada di level Rp17.340 per dolar AS. Posisi ini turun 7 poin atau melemah 0,04% dibandingkan penutupan perdagangan Kamis (7/5/2026) yang berada di Rp17.333 per dolar AS.
Pergerakan rupiah kali ini terjadi saat dolar AS mulai bangkit atau rebound. Pelaku pasar global juga masih memantau arah konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu lonjakan risiko di pasar keuangan.
Sentimen Konflik AS-Iran Tekan Rupiah
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah berpotensi bergerak melemah terbatas seiring penguatan dolar AS setelah muncul laporan insiden saling baku tembak antara kapal perang Amerika Serikat dan Iran.
Menurut Lukman, ketegangan di Selat Hormuz langsung memicu sikap hati-hati investor. Meski begitu, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak terlalu dalam.
“Walau demikian pelemahan diperkirakan terbatas, Trump menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku,” kata Lukman saat dihubungi melalui pesan WhatsApp.
Pasar melihat pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai sinyal bahwa eskalasi konflik belum menuju perang terbuka. Hal itu sedikit meredam kepanikan investor global.
Trump Sebut Serangan ke Iran Hanya “Sentuhan Lembut”
Donald Trump menegaskan kesepakatan gencatan senjata dengan Iran masih berlaku meskipun sempat terjadi insiden baku tembak di Selat Hormuz pada Kamis (7/5/2026).
Dalam pernyataannya kepada ABC News, Trump bahkan menyebut operasi militer AS ke wilayah Iran hanya sebagai “sentuhan kasih sayang”.
“Itu hanya sentuhan lembut yang sangat kecil. Sebenarnya, kita bisa saja menghantam mereka jauh lebih keras dari itu, tapi kita ingin lihat dulu apakah mereka benar-benar ingin berdamai atau tidak,” ujar Trump.
- analisis rupiah hari ini
- AS - Iran
- cadangan devisa Indonesia
- dampak baku tembak Selat Hormuz ke rupiah
- data NFP AS
- Dolar AS
- Donald Trump
- Donald Trump dan konflik Iran terbaru
- faktor pelemahan rupiah Mei 2026
- Geopolitik Timur Tengah
- kurs dolar hari ini
- kurs rupiah hari ini terhadap dolar Amerika
- Nilai Tukar Rupiah
- pasar keuangan global
- pengaruh data NFP terhadap rupiah
- penyebab rupiah turun terhadap dolar AS
- pergerakan dolar AS terhadap rupiah 2026
- Rupiah
- rupiah melemah
- rupiah melemah akibat konflik AS Iran
- Selat Hormuz
- sentimen pasar global terhadap rupiah