finnews.id – Harga emas dunia kembali terpukul. Pada perdagangan terbaru, logam mulia ini jatuh ke level terendah dalam lebih dari sepekan. Tekanan datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu lonjakan harga energi sekaligus memperkuat kekhawatiran inflasi global.
Data pasar menunjukkan harga emas spot turun 0,9% ke posisi USD4.697,06 per ons pada pukul 02.05 WIB. Bahkan, sepanjang sesi perdagangan, harga sempat merosot lebih dari 1% hingga menyentuh USD4.663,69 per ons—level terendah sejak 13 April.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak Juni juga tidak mampu bertahan. Harga ditutup melemah 0,6% di level USD4.724 per ons.
Ketegangan Iran-AS Tekan Emas
Penurunan harga emas tidak terjadi secara tiba-tiba. Situasi geopolitik yang memanas menjadi faktor utama. Konflik antara AS dan Iran kembali memicu kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang ada bisa runtuh kapan saja.
Kondisi ini langsung berdampak ke pasar energi. Harga minyak mentah melonjak tajam, bahkan minyak Brent sempat diperdagangkan di atas USD100 per barel.
Trader logam independen Tai Wong menggambarkan situasi ini sebagai ketidakpastian yang ekstrem. “Permainan seperti battleship antara AS dan Iran memicu kekhawatiran besar. Lonjakan minyak menyeret aset lain, termasuk emas,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa reli emas sebelumnya mulai kehilangan momentum. Harga yang sempat mendekati USD4.900 kini terasa jauh dari jangkauan.
Inflasi Naik, Suku Bunga Jadi Ancaman
Lonjakan harga minyak membawa efek berantai ke inflasi. Ketika biaya energi naik, tekanan harga secara global ikut meningkat. Kondisi ini membuat pasar memperkirakan suku bunga akan bertahan tinggi lebih lama.
Padahal, emas biasanya menjadi aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, ketika suku bunga tinggi, daya tarik emas justru menurun karena tidak memberikan imbal hasil.
Survei terhadap ekonom menunjukkan bahwa Federal Reserve kemungkinan menunda pemangkasan suku bunga setidaknya enam bulan ke depan. Ekspektasi ini semakin menekan harga emas.
Dolar dan Yield Obligasi Makin Menguat
Selain faktor geopolitik dan inflasi, penguatan dolar Amerika Serikat juga memperburuk tekanan terhadap emas. Ketika dolar menguat, harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.