finnews.id – Kenaikan harga BBM non subsidi jenis solar hingga kini belum berdampak pada bisnis transportasi, khususnya bus antar kota antar propinsi (AKAP).
Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan, hingga kini seluruh operasional bus masih belum terkena imbas adanya kenaikan harga solar tersebut.
“Secara operasional belum ada perubahan, namun biaya perawatan dan nvestasi sejak 2023 sampai 2025 sudah terjadi inflasi 30%, ini cukup terasa memberatkan,” ungkap Sani kepada fin.co.id, Rabu 22 April 2026.
Pihaknya juga memastikan belum ada penyesuaian harga tiket bus AKAP di berbagai wilayah, sehingga perjalanan masih berjalan normal dan lancar.
Namun dengan adanya kenaikan harga solar non subsidi, para pengusaha bus kini mulai mengantisipasi dan menghitung secara pasti biaya operasional di lapangan.
“Kami sedang menghitung dan segera akan menyesuaikan,” jelasnya.
Diketahui sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi sejak Sabtu 18 April 2026.
Imbas kenaikan harga tersebut, Solar non subsidi juga terkena imbas dan membuat sejumlah pengusaha dan pengguna kendaraan diesel teriak.
Solar non subsidi Dexlite naik menjadi Rp 23.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 per liter. Sedangkan Pertamina Dex naik menjadi Rp 23.900 per liter, dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.