finnews.id – Sebagai bagian dari holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, InJourney menempatkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sebagai elemen strategis dalam pengembangan destinasi wisata berbasis budaya di Indonesia.
Menurut Senior Vice President Corporate Secretary InJourney, Yudhistira Setiawan, TMII memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat rekreasi.
“Sebagai strategic holding BUMN, InJourney memandang TMII bukan sekedar destinasi wisata, melainkan instrumen penguatan identitas bangsa dan sebagai platform nation branding Indonesia,” ungkap Yudhistira Setiawan.
Ia menegaskan bahwa kawasan ini merupakan sarana penting untuk memperkuat identitas nasional, sekaligus menjadi platform nation branding Indonesia di mata dunia.
Lebih lanjut, Yudhistira menjelaskan bahwa proses revitalisasi TMII yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya berfokus pada pembaruan fisik.
Transformasi juga dilakukan secara menyeluruh, mencakup sistem tata kelola, penyusunan program yang lebih terkurasi, hingga penerapan digitalisasi layanan bagi pengunjung.
“Hal ini tentu kami lakukan agar TMII kembali pada marwahnya sebagai “Showcase of Indonesia” yang modern namun tetap relevan. Ke depan, kami juga berharap TMII semakin kokoh sebagai destinasi budaya unggulan yang menghadirkan pengalaman bermakna serta dalam memperkuat ekosistem pariwisata nasional,” jelasnya.
Harapannya, TMII dapat semakin kokoh sebagai destinasi budaya unggulan yang memberikan pengalaman bermakna sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata nasional.
Sementara itu, Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur menekankan, pentingnya pelestarian budaya sebagai fondasi utama dalam pengembangan destinasi berkelanjutan.
“Sebagai bagian dari destinasi yang dikelola oleh IDM, kami melihat bahwa preservasi budaya tidak hanya sebagai upaya menjaga warisan, tetapi juga menjadi urat nadi yang menggerakkan ekosistem pariwisata secara keseluruhan,” kata Gistang Richard.
Ia menyampaikan bahwa budaya bukan hanya warisan yang harus dijaga, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam ekosistem pariwisata.
“Budaya memberikan identitas, menghadirkan pengalaman yang autentik bagi pengunjung serta memperluas potensi peningkatan kesejahteraan bagi komunitas yang ada. Melalui TMII, kami mendorong pendekatan yang lebih relevan dan inklusif, dengan melibatkan komunitas, seniman, serta pelaku ekonomi kreatif agar budaya tidak hanya ditampilkan, tetapi benar-benar dihidupkan,” terangnya.
Nilai budaya mampu menciptakan identitas yang kuat, menghadirkan pengalaman autentik bagi wisatawan, serta membuka peluang peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat lokal
“Dengan demikian, pariwisata tidak hanya menjadi ruang kunjungan, tetapi juga ruang interaksi, pembelajaran, dan pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” ucapnya.
Melalui pengelolaan kawasan wisata TMII, pendekatan yang diusung kini lebih inklusif dan relevan.
Berbagai pihak seperti komunitas, seniman, hingga pelaku ekonomi kreatif dilibatkan secara aktif agar budaya tidak sekadar dipamerkan, tetapi benar-benar dihidupkan dalam setiap aktivitas.