finnews.id – Kabar mengejutkan kembali datang dari zona panas Timur Tengah! Situasi di perbatasan Lebanon dan Israel benar-benar berada di titik didih yang sangat mengkhawatirkan. Pejuang gerakan Hizbullah baru saja mengonfirmasi bahwa mereka berhasil meluncurkan serangan mematikan terhadap kapal militer Israel yang tengah bersiap menggempur wilayah Lebanon pada Minggu (5/4/2026).
Serangan ini bukan sekadar gertakan sambal. Operasi militer ini menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang kian meluas ke wilayah perairan. Dunia kini menahan napas, menunggu apakah peristiwa ini akan memicu perang maritim besar-besaran yang melibatkan kekuatan regional di Laut Mediterania.
Detik-Detik Rudal Jelajah Hizbullah Hancurkan Target
Berdasarkan pernyataan resmi dari kelompok perlawanan tersebut, para pejuang mereka telah memantau pergerakan kapal perang Israel selama berjam-jam sebelum memutuskan untuk menarik pelatuk. Kapal tersebut terdeteksi berada di zona bahari, sekitar 68 mil atau setara dengan 109,4 km dari garis pantai Lebanon.
Hizbullah menggunakan teknologi rudal jelajah angkatan laut untuk memastikan serangan presisi tinggi. Mereka mengeklaim bahwa rudal tersebut menghantam target secara langsung saat kapal militer Israel tersebut sedang dalam posisi siaga untuk meluncurkan agresi ke daratan Lebanon.
“Para pejuang perlawanan Islam menyerang kapal perang Israel yang berada 68 mil zona bahari dari pantai Lebanon, dan sedang bersiap untuk melakukan serangan ke wilayah Lebanon. Serangan itu dilakukan dengan rudal jelajah angkatan laut setelah beberapa jam memantau target,” bunyi pernyataan resmi Hizbullah yang dikutip pada Minggu sore.
Kronologi Eskalasi: Dari Serangan Roket ke Operasi Darat
Ketegangan antara Tel Aviv dan kelompok bersenjata Lebanon ini sebenarnya sudah mulai membara sejak awal Maret 2026. Tepatnya pada 2 Maret, Hizbullah kembali mengintensifkan serangan roket ke wilayah Israel. Aksi ini merupakan respons atas serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menyasar Iran.