finnews.id – Perebutan mahkota Serie A memasuki fase krusial akhir pekan ini! Inter Milan, sang favorit peraih Scudetto, akan menjamu Roma dalam duel panas di San Siro pada Minggu malam. Pertandingan ini bukan sekadar laga biasa, melainkan ujian konsistensi bagi skuad asuhan Cristian Chivu yang mulai ditempel ketat oleh rival sekota, AC Milan.
Inter saat ini memang masih memimpin klasemen dengan keunggulan enam poin. Namun, performa mereka belakangan ini sedang goyah. Absennya sang kapten inspirasional, Lautaro Martinez, terbukti membuat ketajaman lini serang Nerazzurri tumpul. Kini, dengan kembalinya “El Toro”, publik San Siro berharap Inter kembali ke jalur kemenangan untuk mengamankan gelar juara sebelum musim berakhir.
Analisis Performa: Tren Negatif Inter vs Inkonsistensi Roma
Jika kita melihat ke belakang, Inter Milan sedang mengalami periode sulit. Setelah kemenangan manis di Derby d’Italia melawan Juventus, standar permainan mereka merosot tajam. Mereka harus menelan pil pahit tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt, lalu gagal menang di tiga laga liga terakhir—catatan terburuk sejak April 2023.
Terakhir, sebelum jeda internasional, Inter membuang keunggulan awal saat melawan Fiorentina dan harus puas dengan skor imbang 1-1. Kondisi ini membuat keunggulan mereka yang sempat sangat dominan kini terpangkas. AC Milan mengintai di posisi kedua, bahkan Napoli kini hanya tertinggal tujuh poin dari puncak klasemen.
Di sisi lain, Roma asuhan Gian Piero Gasperini juga sedang berjuang mencari bentuk terbaik. Meskipun baru saja menang 1-0 atas Lecce untuk mengakhiri puasa kemenangan di lima laga, Giallorossi punya catatan buruk saat bermain tandang. Tujuh dari sepuluh kekalahan liga mereka musim ini terjadi di markas lawan. Menariknya, Gasperini punya rekor buruk melawan Inter; ia telah kalah 18 kali dari 32 pertemuan melawan mantan klubnya tersebut.
Update Skuad: Lautaro Martinez Siap Mengamuk!
Berita paling menggembirakan bagi pendukung tuan rumah adalah kembalinya Lautaro Martinez. Bomber asal Argentina ini siap melakoni start pertamanya sejak Februari. Meski sempat absen lama, Lautaro masih memimpin daftar Capocannoniere dengan 14 gol liga. Kehadirannya sangat vital karena delapan golnya musim ini merupakan gol pembuka yang memecah kebuntuan.