Home Viral Tuding EO ‘Tempat Korupsi’, Kawendra Lukistian Semprot Said Didu: Sesat Logika!
Viral

Tuding EO ‘Tempat Korupsi’, Kawendra Lukistian Semprot Said Didu: Sesat Logika!

Bagikan
Fraksi Partai Gerindra, Kawendra
Bagikan

finnews.id – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, melayangkan kritik tajam terhadap pernyataan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. Kawendra merespons keras tudingan Said Didu yang menyebut industri Event Organizer (EO) sebagai wadah korupsi dalam sebuah program talkshow televisi.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya pada Minggu 5 April 2026, Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) ini menilai pernyataan Said Didu sangat keliru. Ia menegaskan bahwa stigma negatif tersebut berpotensi mematikan penghidupan jutaan pelaku ekonomi kreatif di tanah air.

“Industri Event Organizer (EO) adalah industri yang jelas-jelas menggerakkan ekonomi bangsa. Sesat logika yang disampaikan oleh yang bersangkutan tentu sangat berbahaya,” ujar Kawendra dalam unggahannya.

Kawendra tidak hanya sekadar bicara. Ia membeberkan data konkret untuk mematahkan argumen Said Didu. Menurut catatannya, industri EO memberikan kontribusi nyata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga mencapai Rp128 triliun.

Sektor ini juga menjadi payung bagi lebih dari 14.800 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, industri kreatif ini melibatkan lebih dari 270.000 pekerja event profesional serta jutaan tenaga lepas (freelancer) yang menggantungkan hidup mereka di sektor ini.

“Artinya, industri EO adalah penggerak ekonomi bangsa yang riil. Kontribusi terhadap PDB sangat jelas,” lanjut legislator asal Gerindra tersebut.

Said Didu

 

 

 

Bela Marwah Pekerja Kreatif

Kawendra menilai tuduhan Said Didu terlalu menggeneralisasi masalah. Baginya, industri EO merupakan sektor produktif yang memberikan dampak ekonomi langsung ke akar rumput, bukan sekadar beban anggaran negara.

Narasi yang menyudutkan industri EO, menurut Kawendra, sangat bertentangan dengan semangat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo menempatkan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi rakyat.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Yakuza Maneges terus aktif melakukan sosialisasi untuk mengubah bahwa hati dan aksi mereka tetaplah untuk kemaslahatan masyarakat Kediri.
LifestyleViral

Bukan Geng Kriminal! Inilah Wajah Asli ‘Yakuza’ Kediri yang Bikin Publik Tercengang dan Terinspirasi!

Finnews.id – Lifestyle   Mendengar nama “Yakuza”, bayangan kita pasti berdetak pada organisasi...

Link video "Guru Bahasa Inggris dan Murid" lagi ramai menjadi perbincangan, bahkan pencarian di media sosial.
Viral

Jangan Tergiur Iming-iming Link Viral Guru dan Murid! Terbongkar Bahaya Tersembunyi di Baliknya

Finnews – Jakarta – Viral  Jagat media sosial kembali digegerkan dengan narasi...

Fenomena bintang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Kairi "Kairi" Rayosdelsol, kini melampaui batas layar smartphone.
Musik dan FilmSportsViral

Bukan Sekadar Game! Film Debut ‘Nobody Loves Kay’ Ungkap Perjuangan Berdarah-darah Kairi Jadi Raja Esports Dunia!

Finnews.id – ESPORTS – Fenomena bintang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), Kairi...

Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus pencabulan santriwati di Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati.Tersangka Asyhari (51 tahun)
Viral

Perintah Guru Cabul Pesantren Ndolo Kusumo untuk Cabuli Santriwatinya Terungkap

Finnews.id – Jakarta – Tabir kepalsuan yang selama ini disimpan Pesantren Ndolo...