Home Megapolitan Aduan THR Kota Tangerang Tertinggi Se-Banten
Megapolitan

Aduan THR Kota Tangerang Tertinggi Se-Banten

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten mencatat lonjakan signifikan pengaduan terkait Tunjangan Hari Raya (THR) pada 2026.

Hingga 26 Maret 2026, total aduan yang masuk mencapai 215 laporan melalui kanal resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Disnakertrans Banten, Septo Kalnadi, menyebutkan lonjakan ini hampir mencapai dua kali lipat.

“Kalau dibandingkan tahun kemarin, jumlahnya hampir meningkat 100 persen,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Tiga Masalah Utama THR

Berdasarkan data, aduan THR terbagi dalam tiga kategori utama:

  • THR tidak dibayarkan
  • THR dibayar tidak sesuai ketentuan
  • THR dibayar terlambat

Dari total laporan, kasus THR tidak dibayarkan menjadi yang paling dominan dengan 109 aduan. Disusul ketidaksesuaian pembayaran sebanyak 54 laporan dan keterlambatan pembayaran 52 laporan.

Tangerang Raya Dominasi Aduan

Wilayah Tangerang Raya menjadi penyumbang aduan terbesar. Kota Tangerang mencatat angka tertinggi dengan 78 laporan.

Rinciannya meliputi:

  • 35 kasus THR tidak dibayarkan
  • 24 kasus tidak sesuai ketentuan
  • 19 kasus terlambat bayar

Kabupaten Tangerang berada di posisi kedua dengan 53 aduan, disusul Kota Tangerang Selatan sebanyak 43 laporan.

Sementara itu, wilayah lain mencatat angka lebih rendah, seperti Kabupaten Serang (17 aduan), Kabupaten Lebak (10), Kota Cilegon (9), Kota Serang (3), dan Kabupaten Pandeglang yang hanya mencatat 2 laporan.

“Kota Tangerang paling banyak karena memang jumlah perusahaannya juga tinggi,” kata Septo.

Pelanggaran Masih Didominasi Alasan Klasik

Disnakertrans menemukan sejumlah bentuk pelanggaran yang dilakukan perusahaan, mulai dari:

  • THR dibayar tidak penuh
  • Pembayaran dicicil
  • Keterlambatan pembayaran
  • Penggantian THR dengan bentuk lain yang tidak sesuai aturan

Septo menilai alasan klasik seperti kondisi keuangan perusahaan masih menjadi penyebab utama.

“Biasanya masalah kemampuan perusahaan atau THR diganti dalam bentuk lain,” ujarnya.

Sanksi Disiapkan

Pemerintah Provinsi Banten telah menurunkan tim pengawas ketenagakerjaan untuk melakukan pemeriksaan langsung ke perusahaan.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Megapolitan

Upaya Kurangi Risiko Kecelakaan di Perlintasan Kereta, DKI Akan Bangun 2 Flyover Baru 

finnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembangunan dua jalan layang baru...

Megapolitan

Pramono Gelar Town Hall PPSU, Dorong Kinerja Lebih Profesional dan Transparan

finnews.id – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menggelar forum town hall meeting...

Megapolitan

Pemprov DKI Jakarta Siapkan Rapat Khusus Atasi Ledakan Ikan Sapu-Sapu

finnews.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menggelar rapat khusus dalam waktu...

Megapolitan

Warga Diminta Setop Kasih Uang ke Jukir Liar di Blok M!

finnews.id – Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Unit Pengelola (UP) Perparkiran mengimbau...